Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Kalimantan, VIVA – Perjuangan relawan pemadam kebakaran dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan menyisakan kisah pilu. Di tengah ancaman api dan kepungan asap, sejumlah relawan mandiri harus mengumpulkan uang pribadi untuk membeli bahan bakar mesin pemadam. Kondisi tersebut membuat aktris Zaskia Adya Mecca tak kuasa menahan tangis saat turun langsung ke lapangan.

Baca Juga

Melalui akun Instagram @zaskiadyamecca, istri sutradara Hanung Bramantyo itu membagikan pengalamannya bertemu dengan warga yang setiap hari berupaya memadamkan api secara mandiri. Mereka tetap menjalankan tugas meski menghadapi keterbatasan biaya operasional hingga alat pelindung diri (APD).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Zaskia mengaku terharu setelah mengetahui bahwa para relawan harus menyisihkan uang masing-masing demi memastikan mesin pemadam dapat beroperasi.

Baca Juga

"Aku baru sampai di satu titik ini. Baru dari airport, sebenarnya dekat banget. Cuma memang ceritanya, huft, enggak kuat banget. Jadi, di sini ada masyarakat yang menjadi relawan mandiri. Mereka ikut memadamkan api setiap hari," kata Zaskia, dikutip Rabu (21/10/2026).

Kisah yang paling menyentuhnya adalah cara para relawan memenuhi kebutuhan bahan bakar. Mereka mengumpulkan uang secara patungan dengan nominal yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Baca Juga

"Tahu enggak, buat beli bensin untuk menghidupkan mesinnya, mereka patungan dari uang masing-masing. Ada yang Rp10 ribu, kadang Rp15 ribu, Rp20 ribu. Jadi, memang enggak ada support. Mereka benar-benar mandiri, tanpa APD lengkap, karena mereka bilang harus menjaga dari sekitar," lanjutnya.

Situasi tersebut memperlihatkan tantangan yang dihadapi relawan di lapangan. Selain harus berhadapan dengan risiko kebakaran, mereka juga perlu memikirkan biaya operasional agar upaya pemadaman tetap berjalan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Zaskia semakin tersentuh setelah mengetahui bahwa para relawan mandiri itu tidak menerima upah atas tenaga yang mereka kerahkan. Bahkan, dalam kondisi ekonomi yang terbatas, mereka masih harus mengeluarkan uang pribadi untuk membeli bahan bakar.

"Bikin terharu, mereka relawan mandiri, mereka enggak digaji. Bahkan, untuk memadamkan api, karena butuh bahan bakar, mereka patungan. Mereka juga tidak dalam kondisi berlebih, jadi dalam kondisi yang terbatas juga," ungkap Zaskia.

Halaman Selanjutnya

Zaskia Emosional Lihat Asap Pekat di Kalimantan