Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:12 WIB

Jakarta, VIVA – Pengurus yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, membantah adanya kegiatan ekstrakurikuler menembak di sekolah tersebut. 

Baca Juga

Pernyataan itu disampaikan di tengah penyelidikan polisi terkait temuan sekitar 995 senjata di lingkungan yayasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kuasa hukum yayasan, Hermawanto, menjelaskan informasi yang diterima pengurus baru dari para guru menyebut sekolah tidak pernah memiliki ekstrakurikuler menembak.

Baca Juga

“Kami informasikan berdasarkan informasi dari para guru-guru yang sudah lama di sini, bahwa di sekolah ini tidak pernah ada ekstrakurikuler menembak,” kata perwakilan yayasan kepada wartawan, Jumat, 7 Agustus 2026.

Pernyataan itu berbeda dengan keterangan PT Lokta Karya Perbakin yang sebelumnya menyebut ratusan airsoft gun tersebut merupakan inventaris berizin untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak yang berjalan sejak 2020 dan berhenti setelah pembinanya meninggal pada 2024.

Baca Juga

Pengurus yayasan juga mengaku baru mengetahui keberadaan ratusan senjata tersebut setelah memperoleh akses ke sejumlah ruangan yang sebelumnya dikuasai pengurus lama.

Sebelumnya, Polemik penemuan ratusan senjata api di sebuah yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel), memasuki babak baru.

Kubu mantan Ketua Yayasan berinisial IWD membantah adanya kepemilikan senjata ilegal dan mengklaim seluruh senjata yang ditemukan telah mengantongi izin.

Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin sekaligus kuasa hukum IW, Alhadid Endar Putra, mengatakan 995 senjata yang menjadi temuan tersebut telah berada di lokasi sejak 2020.

"Kalau mau tahu sejarahnya itu dulunya di situ udah ada dari tahun 2020," ujar Alhadid kepada wartawan, dikutip Jumat, 7 Agustus 2026.

Menurut Alhadid, ratusan senjata tersebut sebelumnya digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak di lingkungan yayasan. Namun, aktivitas itu disebut terhenti setelah muncul sengketa internal di yayasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dan semua orang juga tahu, kita LOKTA, PT Lokta Karya Perbakin itu berizin dan itu sudah disepakati dan diketahui untuk kegiatan ekskul menembak," tuturnya.

Ia juga menegaskan, 995 senjata yang dimaksud bukan merupakan senjata api, melainkan airsoft gun. Bahkan, menurutnya, seluruh airsoft gun tersebut sudah tidak lagi dapat digunakan.

Penemuan ratusan senjata di sebuah yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan

Kegiatan Belajar di Sekolah Swasta Jaksel Berjalan Normal Meski Geger Ada Temuan 955 Senjata Api hingga CD Porno

Pengurus yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, menegaskan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal setelah temuan sekitar 995 senjata api

VIVA.co.id

7 Agustus 2026