Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Malang, VIVA – Kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Blok Bantengan, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), membuat pengelola menutup sementara tiga pintu masuk menuju Gunung Bromo. Meski demikian, wisatawan masih dapat mengunjungi kawasan wisata tersebut melalui jalur alternatif yang tetap dibuka.

Baca Juga

Balai Besar TNBTS menutup akses Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta jalur Senduro di Kabupaten Lumajang sejak Senin, 3 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB. Selama penanganan kebakaran berlangsung, seluruh perjalanan wisata dialihkan melalui pintu masuk Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kebijakan tersebut diterapkan untuk mendukung proses pemadaman kebakaran sekaligus memastikan keamanan wisatawan yang hendak berkunjung ke kawasan Gunung Bromo.

Baca Juga

Wisatawan Dialihkan ke Jalur Probolinggo dan Pasuruan

Penutupan tiga akses utama membuat operator jeep wisata dan penyedia jasa perjalanan harus melakukan penyesuaian rute bagi wisatawan yang telah melakukan pemesanan.

Baca Juga

Pemilik jasa penyewaan jeep wisata Bromo, Muhammad Nizar Aditya, mengatakan pihaknya langsung menghubungi seluruh pelanggan untuk menyampaikan perubahan akses menuju kawasan wisata.

Menurutnya, wisatawan yang sebelumnya dijadwalkan masuk melalui wilayah Malang atau Lumajang kini diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui Kabupaten Probolinggo maupun Kabupaten Pasuruan.

"Saat ini kami menghubungi pelanggan satu per satu untuk menjelaskan kondisi di lapangan sekaligus mengatur ulang rute perjalanan sesuai jalur yang masih dibuka," ujar Nizar, Selasa (4/8/2026).

Ia menegaskan perubahan jalur tersebut dilakukan mengikuti kebijakan Balai Besar TNBTS yang menutup sementara tiga pintu masuk akibat kebakaran hutan.

Belum Ada Wisatawan yang Membatalkan Perjalanan

Meski terjadi perubahan akses menuju Bromo, Nizar mengaku hingga saat ini belum menerima pembatalan perjalanan dari wisatawan.

Menurutnya, sebagian besar wisatawan memahami kondisi kebakaran yang sedang terjadi dan bersedia menyesuaikan rute perjalanan agar tetap dapat menikmati kawasan Gunung Bromo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sejauh ini belum ada yang membatalkan. Mereka memaklumi kondisi kebakaran dan bersedia menggunakan jalur alternatif," katanya.

Ia menambahkan, dampak terhadap sektor wisata belum terlihat secara signifikan. Namun, apabila proses penanganan kebakaran berlangsung cukup lama, dampaknya diperkirakan baru akan terasa dalam beberapa hari ke depan.

Halaman Selanjutnya

"Untuk sementara belum terlihat dampaknya secara masif. Kemungkinan baru akan terasa sekitar satu minggu ke depan," ujarnya.