Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) membukukan rugi bersih sebesar Rp13,73 miliar pada semester I-2026, turun 71,4% dibandingkan rugi Rp48,01 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/7/2026), perbaikan kinerja tersebut juga tercermin pada rugi per saham yang menyusut dari Rp3,71 menjadi Rp1,06 per saham.

Penurunan rugi bersih ditopang oleh peningkatan penjualan yang signifikan. Hingga akhir semester I-2026, penjualan WMUU mencapai Rp491,05 miliar, melonjak dari Rp301,36 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, kenaikan penjualan turut diiringi lonjakan beban pokok penjualan yang naik menjadi Rp487,20 miliar dari Rp316,84 miliar. Selain itu, meningkatnya beban operasional dan beban keuangan masih membatasi perbaikan profitabilitas perseroan.

Dari sisi arus kas, penerimaan kas dari pelanggan meningkat 64,14% menjadi Rp484,69 miliar. Namun, peningkatan tersebut hampir sepenuhnya terserap oleh pembayaran kepada pemasok dan subkontraktor yang naik 64,41% menjadi Rp459,22 miliar.

Di saat yang sama, pembayaran pajak dan beban bunga juga meningkat sehingga arus kas bersih dari aktivitas operasi masih mencatat defisit sebesar Rp824,7 juta, lebih besar dibandingkan defisit Rp56,32 juta pada semester I-2025.

Baca Juga: Emiten Milik Dato Sri Tahir Rugi Rp16,21 Miliar pada Semester I-2026

Baca Juga: Bukalapak Berbalik Rugi Rp820 Miliar pada Semester I-2026, dari Sebelumnya Laba

Baca Juga: Rugi AirAsia Indonesia Bengkak Jadi Rp1,45 Triliun, Beban Bahan Bakar dan Kurs Jadi Biang Kerok

Sementara itu, WMUU meningkatkan belanja modal atau capital expenditure (capex) dengan mengalokasikan Rp3,69 miliar untuk pembelian aset tetap. Nilai tersebut melonjak lebih dari empat kali lipat dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp660,9 juta.

Dari aktivitas pendanaan, perseroan memperoleh tambahan utang lain-lain sebesar Rp5,39 miliar, sehingga arus kas bersih dari aktivitas pendanaan meningkat 197,3% menjadi Rp4,40 miliar.

Pada sisi neraca, total aset WMUU hingga akhir semester I-2026 tercatat sebesar Rp2,00 triliun, turun dari Rp2,33 triliun pada akhir 2025. Liabilitas juga menyusut menjadi Rp1,24 triliun dari Rp1,55 triliun, sedangkan ekuitas turun tipis menjadi Rp763,3 miliar dari Rp777,9 miliar.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.