Jakarta -
Grup komika dan content creator Rudal Timur melebarkan sayap ke industri musik dengan merilis single perdana berjudul RUTIM. Langkah ini diambil untuk menghadirkan karya kreatif dalam format yang lebih segar dan beragam bagi para penikmat hiburan.
Founder Rudal Timur, Joana Kania, menyebut keputusan untuk merambah dunia musik terinspirasi dari keberhasilan grup komedi legendaris Warkop DKI. Kelompok yang digawangi Dono, Kasino, dan Indro tersebut dinilai sukses mengintegrasikan lawakan dengan karya musik yang ikonik di setiap film mereka.
"Aku melihat beberapa dekade itu yang ngeluarin lagu untuk grup komedi itu kan Warkop DKI. Cuma kan kita harus meregenerasi sesuatu yang baik. Jadi kami terinspirasi Warkop DKI," kata Joana Kania saat ditemui di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat (28/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudal Timur yang beranggotakan Kristianus Sodho, Reinold R. Lawalata, Simson Yermia Libing, dan Yohanis Pangkey ingin membawa semangat serupa ke generasi sekarang. Pendekatan yang digunakan disesuaikan dengan tren media sosial saat ini agar pesan yang disampaikan melalui musik dapat menjangkau audiens yang lebih luas.
Kesuksesan mereka di media sosial menjadi modal kuat sebelum terjun ke dunia tarik suara. Dalam kurun waktu enam bulan, konten komedi yang mereka unggah di berbagai platform digital telah berhasil mengumpulkan total 50 juta tayangan.
"Rudal Timur dibentuk tidak hanya sebagai grup komika dan content creator, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi terbuka untuk menyebarkan energi positif melalui tawa dan canda yang cerdas serta menghibur," terang Joana Kania.
Dalam proses penggarapan single RUTIM, Rudal Timur berkolaborasi dengan Komunitas Mantra Timur. Sinergi tersebut menghasilkan karya dengan perpaduan lirik yang kuat, karakter vokal khas masing-masing personel, serta aransemen musik modern yang relevan dengan selera pasar saat ini.
Selain musik, Rudal Timur membawa misi besar untuk mempromosikan potensi seni, budaya, dan pariwisata dari wilayah Indonesia Timur ke level nasional. Mereka ingin menunjukkan bahwa seniman dari wilayah timur memiliki daya saing yang tinggi di industri hiburan Indonesia.
(ahs/mau)