Wapres kunjungi pengungsi, tinjau langsung kerusakan pelabuhan di Sikka
Kamis, 20 Agustus 2026 22:49 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (keempat kanan) didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno (keempat kiri) saat meninjau situasi Pelabuhan Laurentius Say pascagempa bumi di Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Kamis (20/8/2026). Dalam kunjungannya tersebut Wapres memastikan kebutuhan anak-anak di pengungsian tetap terpenuhi, termasuk makanan dan keselamatan serta mengecek penanganan pascabencana oleh pemerintah dapat berjalan lancar. ANTARA FOTO/Johanes Viandinando/app/nym.
Sikka, NTT (ANTARA) - Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau langsung Pelabuhan Laurentius Say yang rusak akibat gempa bumi dan berdialog dengan pengungsi serta membagikan mainan untuk anak-anak di SD Inpres Wairklau, Kabupaten Sikka, NTT.
Seperti yang dilaporkan ANTARA di Kabupaten Sikka, NTT, Kamis, Wapres Gibran bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto meninjau lokasi pengungsian di SD Inpres Wairklau setelah tiba pada Kamis siang.
Di lokasi tersebut Wapres berdialog dengan warga yang masih tinggal di tenda pengungsian dan membagikan mainan serta buku kepada anak-anak yang masih berada di lokasi tersebut setelah terjadi gempa dengan magnitudo 7,7 di wilayah NTT pada Sabtu (15/8).
“Anaknya sudah makan?” tanya Wapres.
“Anaknya enggak ada luka atau apa, kan? Luka enggak? Aman, ya?” lanjutnya memastikan.
Wapres juga menyerahkan sejumlah peralatan bayi kepada salah seorang ibu yang berada di lokasi.
Melalui peninjauan ini, Wapres ingin memastikan bahwa perhatian pemerintah terhadap pendidikan tetap hadir di tengah situasi darurat. Pemulihan pascabencana diharapkan tidak hanya mengembalikan kondisi fisik fasilitas pendidikan, tetapi juga memastikan anak-anak dapat kembali belajar dengan aman, nyaman, dan memperoleh dukungan yang mereka butuhkan.
Setelah meninjau lokasi pengungsian di Wairklau, Wapres kemudian bergerak menuju Pelabuhan Laurentius Say yang rusak akibat gempa bumi.
Di kesempatan itu dia sempat melihat kondisi dermaga bersama Menko PMK dan Kepala BNPB sebelum berpindah melihat Gereja Santa Maria Magdalena Nangahure yang juga mengalami kerusakan akibat gempa.
Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mempercepat penanganan darurat terhadap infrastruktur jalan nasional yang terdampak gempa bumi di Pulau Flores sejak 15 Agustus 2026.
Kepala Seksi Preservasi BPJN NTT Rofinus Ngilo di Kupang, Kamis mengatakan, sejak gempa terjadi, pihaknya terus melakukan penanganan sementara, terutama pembersihan material longsoran dan kerusakan pada sejumlah titik di sepanjang jalur lintas Flores.
"Sejak kejadian gempa bumi tanggal 15 Agustus 2026 sampai dengan saat ini, kami terus melakukan penanganan sementara dan pembersihan jalan nasional jalur lintas Flores agar tetap fungsional," katanya.
Menurut dia, koordinasi dengan berbagai pihak terkait juga terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak gempa susulan yang masih terjadi hingga saat ini.
"Untuk mengantisipasi adanya titik-titik baru kerusakan akibat gempa susulan, kami tetap menyiapkan peralatan dan personel untuk standby pada titik-titik longsor maupun lokasi yang dianggap rawan," ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi di lapangan masih dinamis karena gempa susulan masih sering terjadi. Hal tersebut menyebabkan potensi munculnya kerusakan baru pada badan jalan maupun infrastruktur pendukung lainnya tetap ada.
Terkait jembatan yang terdampak gempa pada ruas jalan nasional, hingga saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh tim satuan tugas Kementerian PU yang sedang bertugas di wilayah terdampak.
"Pemeriksaan terhadap jembatan yang terdampak masih dilakukan oleh tim Satgas Kementerian PU. Ini untuk memastikan kondisi dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wapres kunjungi pengungsi, lihat kerusakan pelabuhan di Sikka
Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.