Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengungkapkan kekuatan media-media lokal yang tumbuh di daerah untuk tetap bisa relevan dengan masyarakat dalam menghadapi ruang digital yang kini serba dipenuhi algoritma personalisasi yang menguras perhatian penggunanya.

Menurutnya media arus utama seperti media lokal tetap memiliki peranan penting di tengah banjir arus informasi di ruang digital karena menjalankan fungsi verifikasi untuk membuktikan akurasi sebuah kabar.

"Media lokal menghadirkan percakapan publik yang lebih autentik karena memiliki kedekatan dengan masyarakat. Dari media lokal kita bisa membaca berbagai persoalan secara lebih utuh sebelum berkembang menjadi isu yang lebih besar," kata Nezar dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Membahas kondisi ruang digital saat ini, algoritma di ruang digital bertugas mengejar perhatian penggunanya dan membuat semuanya semakin terpersonalisasi.

Baca juga: Nezar ingatkan Indonesia tak boleh terlambat masuk rantai pasok AI

Kondisi itu menurut Nezar membuat warganet termasuk masyarakat Indonesia berulang kali menerima informasi yang seragam tanpa memiliki ruang untuk menguji kebenarannya.

Belum lagi kini kecerdasan artifisial (AI) berkembang begitu pesat dalam hal menghasilkan konten secara instan menjadi tantangan bagi industri media dan masyarakat karena konten-konten tersebut bisa saja tidak teruji kebenarannya dan berpotensi meningkatkan risiko penyebaran informasi yang menyesatkan.

Berkaca dari kondisi tersebut, Nezar mengatakan profesi jurnalisme profesional tetap dibutuhkan menjadi penjaga fakta dan kepercayaan publik.

Menurutnya, media arus utama justru kian penting karena memiliki tanggung jawab untuk mengedepankan akurasi, verifikasi, etika, dan kredibilitas saat menciptakan konten-konten informasi.

"Yang kita hadapi hari ini bukan hanya kompetisi informasi, tetapi juga kompetisi membentuk persepsi. Karena itu, masyarakat membutuhkan media yang bekerja berdasarkan verifikasi, bukan sekadar mengejar viralitas," ungkapnya.

Dalam konteks tersebut, Nezar menilai media lokal yang tumbuh di daerah memiliki posisi yang sangat penting dalam menjaga kualitas ruang informasi nasional.

Baca juga: Nezar: AI dan "blockchain" bisa cegah kebocoran perdagangan nasional

Di tengah dominasi platform digital, media lokal mampu menghadirkan fakta-fakta yang dekat dengan kehidupan masyarakat sekaligus menangkap gejala sosial, ekonomi, maupun pelayanan publik secara lebih dini.

Nezar menambahkan kemampuan media lokal membangun kepercayaan publik menjadi modal penting dalam memperkuat ekosistem informasi yang sehat.

Keberadaan media yang menjalankan kode etik jurnalistik tetap menjadi fondasi bagi masyarakat untuk memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Hal tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Komdigi dalam mewujudkan ruang digital Indonesia yang aman, tepercaya, dan berkualitas melalui penguatan tata kelola ruang digital, penanganan disinformasi, peningkatan literasi digital, serta pemanfaatan AI secara bertanggung jawab.

Maka dari itu, ia juga mengajak insan pers untuk terus menjaga kualitas jurnalisme di tengah disrupsi teknologi.

"Selama media tetap memegang teguh kode etik jurnalistik, saya yakin jurnalisme akan tetap menjadi rujukan publik dan terus relevan di era digital," Nezar menutup pernyataannya.

Baca juga: RI siapkan kemandirian AI dengan pengembangan infrastruktur-talenta

Baca juga: Nezar: Infrastruktur AI perlu diperkuat guna tingkatkan daya saing

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.