Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan sebanyak 500 warga di wilayah Banyumas Raya, Jawa Tengah, mendapatkan operasi katarak gratis untuk kembali memperoleh penglihatan yang lebih baik sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka.
Dante di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa katarak masih menjadi persoalan kesehatan yang cukup besar di Indonesia. Hal ini sejalan dengan temuan dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Berdasarkan data per 3 Agustus 2026, dari total 28.049.202 orang yang diskrining, sebanyak 1.399.290 orang (5 persen) teridentifikasi mengalami gangguan tajam penglihatan.
Merujuk pada Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sekitar 19,2 persen dari seluruh penduduk yang mengalami disabilitas penglihatan disebabkan oleh katarak.
"Berdasarkan proporsi tersebut, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) memperkirakan saat ini terdapat sekitar 640.060 penduduk yang mengalami kebutaan akibat katarak," katanya.
Dia menambahkan, katarak merupakan penyakit yang umumnya muncul akibat proses penuaan. Meskipun penyakit diabetes, infeksi pada mata, maupun faktor lingkungan juga dapat memicu terjadinya kondisi tersebut.
Baca juga: Dubes UEA: Operasi katarak pulihkan penglihatan, bangun kemandirian
Operasi katarak itu diselenggarakan atas kolaborasi Kementerian Kesehatan, Noor Dubai Foundation, Perdami, dan Rumah Sakit Khusus Mata (RSKM) Purwokerto.
Terkait pelaksanaan program, Dante menjelaskan bahwa kegiatan bakti sosial ini menyasar masyarakat di wilayah Banyumas Raya meliputi Purwokerto, Banjarnegara, Purbalingga, dan Cilacap. Seluruh peserta akan menjalani operasi tanpa dipungut biaya.
Menurutnya, tindakan operasi menjadi solusi efektif untuk mengembalikan fungsi penglihatan penderita katarak. Dengan pulihnya kemampuan melihat, masyarakat diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari, bekerja, dan hidup lebih mandiri.
"Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," ujarnya.
Program operasi katarak gratis ini merupakan kerja sama tahap kedua antara Indonesia dan Noor Dubai Foundation setelah kegiatan serupa sebelumnya dilaksanakan di daerah lain.
Baca juga: RI-UEA kolaborasi hadirkan operasi katarak gratis bagi 500 warga di 3T
Noor Dubai Foundation adalah organisasi kemanusiaan internasional nonpemerintah dan nirlaba yang berbasis di UEA. Berada di bawah naungan Mohammed bin Rashid Al Maktoum Global Initiatives (MBRGI), organisasi ini didirikan khusus untuk mencegah kebutaan dan menangani gangguan penglihatan secara global.
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.