Wamenaker ajak mahasiswa bangun kompetensi sebelum masuki dunia kerja
Sabtu, 10 Oktober 2026 13:04 WIB
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor saat membuka “Untidar Job Fair 4.0 & Disnaker Goes to Campus 2026: Bridging Talents, Building Futures” di Universitas Tidar (Untidar), Magelang, Jawa Tengah, Jumat (9/10/2026). (ANTARA/HO-Kemnaker RI)
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengajak mahasiswa untuk membangun kompetensi dan pengalaman nyata agar siap bersaing di dunia kerja atau pun menciptakan lapangan kerja.
Menurut Wamenaker, mahasiswa jangan hanya berfokus untuk mengejar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan ijazah, tetapi juga harus mempersiapkan diri menuju pasar kerja yang persaingannya semakin ketat dan menantang saat ini.
“Kepada mahasiswa, saya berpesan jangan hanya mengejar IPK dan ijazah, tetapi kejar lah kompetensi dan pengalaman. Jangan pula sekadar mencari pekerjaan, tetapi bangunlah kemampuan untuk menciptakan lapangan kerja,” kata Wamenaker Afriansyah dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Lebih lanjut, ia juga mengajak mahasiswa memanfaatkan kesempatan magang untuk mendapatkan pengalaman langsung di dunia industri dan usaha.
Menurut Afriansyah, program magang dapat diibaratkan sebagai sebuah pintu masuk menuju dunia kerja sekaligus investasi masa depan.
“Di kampus, mahasiswa belajar teori, namun di tempat magang, mahasiswa dapat belajar menerapkannya (teori dan pengetahuan) menjadi hasil nyata, sekaligus melatih disiplin dan kerja sama tim,” katanya.
Selain itu, Afriansyah turut menekankan pentingnya semangat kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media dalam membangun jalur penyiapan talenta Indonesia.
Menurut Wamenaker, kolaborasi tersebut menunjukkan komitmen negara mendampingi pencari kerja sejak masa persiapan.
“Pemerintah tak lagi sekadar menerapkan konsep link and match, tetapi mengembangkannya menjadi Connect to Grow, yang menghubungkan pendidikan, pelatihan, sertifikasi, hingga pasar kerja secara terintegrasi,” ujar dia.
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026