Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Yuliot Tanjung menyampaikan pemerintah telah mengidentifikasi sejumlah lahan yang berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 30 gigawatt (GW).

Wamen Yuliot menyampaikan, identifikasi lahan dilakukan dengan menyasar berbagai aset, termasuk lahan yang berada dalam pengelolaan negara, hingga pemanfaatan area waduk.

"Untuk persiapan 30 gigawatt, ini kita juga sudah melakukan identifikasi lahan-lahan pemerintah yang bisa dimanfaatkan termasuk Bank Tanah yang dikelola oleh (Kementerian) ATR/BPN. Kemudian juga pemanfaatan waduk," ujar Yuliot ditemui usai acara Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026 di Jakarta, Rabu

Yuliot menyampaikan, selain pemanfaatan waduk, pemerintah juga menyiapkan lahan-lahan yang telah disediakan negara untuk mendukung target pengembangan PLTS tersebut.

"Jadi kan dari Kementerian ATR sudah mengidentifikasi lahan yang siap digunakan sekitar 9.000 hektare," ujar Yuliot.

​​​​Menurut dia, pemerintah juga terus melakukan koordinasi lintas kementerian untuk memastikan kesiapan lokasi yang akan digunakan bagi pembangunan PLTS, salah satunya terkait pemanfaatan Waduk Saguling.

"Minggu kemarin, saya juga sudah melakukan koordinasi bersama-sama dengan Wamen Pekerjaan Umum. Itu juga untuk Saguling, itu izin pemanfaatan sumber daya airnya sudah bisa diterbitkan," katanya.

Untuk Saguling,  Yuliot mengungkapkan, potensi listriknya sekitar 100 sampai 150 megawatt.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah akan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 30 gigawatt (GW) dan menghentikan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sebesar 13 GW pada tahun 2026.

Dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Jakarta, Jumat (19/8), Prabowo mengatakan pembangunan PLTS tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi nasional.

Presiden mengatakan Indonesia memiliki potensi energi surya yang besar karena mendapatkan sinar matahari hampir sepanjang tahun. Kondisi tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk menyediakan listrik, terutama di wilayah terpencil.

“Tidak masuk akal jika pulau-pulau terpencil kita terus menunggu kapal pembawa BBM solar untuk memperoleh listrik. Ongkos ekonominya terlalu tidak efisien,” ujarnya.

Prabowo mengatakan pemanfaatan PLTS juga dapat memperkuat kemandirian energi nasional karena mengurangi kebutuhan terhadap BBM untuk pembangkit listrik.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamen ESDM sebut sudah identifikasi lahan untuk PLTS 30 GW

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.