Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruangn(Wamen ATR)/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Waka BPN) Ossy Dermawan mengatakan pelantikan pimpinan tinggi pratama merupakan penataan organisasi bagian dari penguatan pelaksanaan tugas dan transformasi layanan pertanahan yang tengah dijalankan.
"Transformasi layanan pertanahan yang sedang kita lakukan bisa berjalan dengan lebih baik lagi," kata Ossy dalam keterangannya di Surabaya, Jawa Timur, Kamis.
Wamen ATR/Waka BPN melantik 18 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan 5 Pejabat Administrator di lingkungan Kementerian ATR/BPN dan ini bagian dari penataan organisasi serta dilaksanakan dalam rangka penyegaran untuk peningkatan kinerja kelembagaan.
Menurut dia, transformasi layanan pertanahan yang dilakukan sudah resmi diluncurkan Kementerian ATR/BPN pada 17 Agustus 2026 melalui tiga layanan, yaitu Peralihan Hak Terintegrasi (PERINTIS), Pengukuran Terjadwal, dan transformasi Organisasi Berbasis Kewilayahan.
Ketiganya, kata dia lagi, menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sekaligus memberikan kepastian waktu layanan kepada masyarakat.
Menurut Ossy, dalam implementasinya, transformasi tersebut perlu didukung dengan tata kelola yang baik dan penguatan kinerja di tubuh Kementerian ATR/BPN.
"Saya meminta saudara segera lakukan konsolidasi internal untuk memetakan potensi dan kendala. Perkuat kolaborasi tim, hadirkan lingkungan kerja yang kondusif, serta bangun komunikasi dan sinergi yang erat antarunit maupun dengan mitra eksternal," ujarnya memberikan pesan.
Ia meminta para pejabat bertugas menjalankan amanah yang diberikan dengan penuh tanggung jawab dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kinerja Kementerian ATR/BPN.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamen ATR/BPN: Penataan organisasi untuk dukung transformasi layanan
Pewarta: Khaerul Izan
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.