Kota Jambi (ANTARA) - Wali Kota Jambi Maulana mengajak masyarakat mengisi kemerdekaan dengan semangat kebersamaan dan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Semangat kemerdekaan harus diisi dengan pembangunan dan mari bersama-sama menjaga Kota Jambi agar tetap bersih, aman, nyaman, dan ekonominya terus tumbuh," kata dia setelah upacara HUT Ke-81 RI di Jambi, Senin.

Menurut dia, keamanan dan kebersihan lingkungan menjadi bagian penting dalam menciptakan kota yang nyaman sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

Ia mengatakan pembangunan daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh masyarakat.

Pihaknya juga sedang mempercepat pembangunan kolam retensi sebagai salah satu upaya mengatasi persoalan banjir Sungai Asam.

"Kami menargetkan sekitar 60 persen persoalan banjir di sistem Sungai Asam dapat diatasi," katanya.

Kawasan kolam retensi tersebut juga dirancang menjadi ruang publik yang dilengkapi lintasan lari sepanjang sekitar 1,4 kilometer dan berbagai fasilitas pendukung.

Pemerintah kota setempat juga menyiapkan penanganan pada Sistem Kenali dan Sistem Kambang agar persoalan banjir dapat ditangani secara bertahap.

Maulana juga memperluas program Optimalisasi Pengelolaan Bank Sampah dan Masyarakat (OPBM) dan saat ini sekitar 997 OPBM telah berjalan di kota itu.

"Kami ingin kebersihan bukan hanya menjadi program pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama masyarakat," kata dia.

Ia berharap, kolaborasi pemerintah dan masyarakat dapat memperkuat pembangunan, meningkatkan kualitas lingkungan dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Jambi sesuai target enam persen.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Jambi Nadiyah, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Jambi Marsha Lystia, organisasi kemasyarakatan, para veteran, serta berbagai tamu undangan.

Pewarta: Agus Suprayitno/Melli Andani
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.