Ambon (ANTARA) - Wali Kota Ambon, Maluku, Bodewin M Wattimena menyebut pertumbuhan ekonomi Kota Ambon mencapai 6,09 persen pada kuartal pertama 2026.
"Sejumlah indikator pembangunan Kota Ambon menunjukkan capaian yang menggembirakan," kata Bodewin dalam pidato menyambut HUT ke-451 Kota Ambon saat Rapat Paripurna DPRD Kota Ambon di Ambon, Maluku, Jumat.
Menurut dia, capaian pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi salah satu modal penting bagi Kota Ambon dalam menghadapi tantangan pembangunan hingga 2027.
Pemerintah Kota Ambon, kata dia, terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), koperasi, investasi serta penciptaan lapangan kerja.
Sebanyak 50 KDKMP telah dibentuk sesuai program nasional.
Pemkot Ambon juga memberikan bantuan modal usaha kepada 244 pelaku usaha mikro dan melakukan pendataan serta penilaian terhadap 176 pelaku usaha mikro untuk bantuan tahap berikutnya.
Di sektor perizinan usaha, Pemkot Ambon telah menerbitkan sekitar 13.842 nomor induk berusaha (NIB) sepanjang 2026. Sementara realisasi investasi pada semester pertama 2026 mencapai sekitar Rp847 miliar atau tumbuh sekitar 180 persen.
Pertumbuhan ekonomi tersebut berlangsung di tengah berbagai tantangan pembangunan, termasuk ketidakpastian ekonomi global, perubahan iklim ekstrem, isu pangan dan energi serta kebijakan efisiensi pemerintah pusat.
Wattimena mengatakan, pemerintah daerah perlu menyusun program pembangunan yang adaptif terhadap ketidakpastian dan responsif terhadap dinamika serta kebutuhan masyarakat.
Meski sejumlah indikator menunjukkan perkembangan positif, ia mengakui masih terdapat persoalan yang harus diselesaikan, antara lain infrastruktur, kebutuhan air bersih, penanganan sampah, kerentanan bencana dan kemiskinan.
Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.