Ambon (ANTARA) - Wali Kota Ambon Bodewin M Wattimena meminta Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kota Ambon memperkuat pembinaan talenta musik generasi muda guna mendukung keberlanjutan daerah itu sebagai Kota Musik.

“Ambon sudah terlanjur diakui sebagai Kota Musik, ini menjadi beban besar karena harus mempertahankan dan tunjukkan pada setiap orang yang datang di sini. Harus melakukan pembinaan pada generasi muda, anak-anak, agar ke depan bisa melahirkan musisi-musisi hebat,” kata dia di Ambon, Provinsi Maluku, Rabu.

Dia mengatakan hal tersebut saat membuka Rapat Kerja XII LPPD Kota Ambon Tahun 2026 di Amaris Hotel Ambon.

Menurut dia, pembinaan talenta musik perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk melahirkan generasi muda yang mampu mempertahankan prestasi sekaligus identitas Ambon sebagai Kota Musik.

Pemerintah Kota Ambon akan terus mendukung kegiatan yang menjadi wadah kompetisi dan pengembangan bakat di bidang musik, termasuk Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Pesparawi, dan Pesparani.

Ia berharap, pembinaan tersebut tidak hanya menghasilkan talenta di bidang musik, tetapi juga mendukung pembentukan spiritualitas, mental, dan karakter generasi muda.

Selain pembinaan talenta, Bodewin berharap, Raker XII LPPD dapat menghasilkan program kerja yang mampu meningkatkan kualitas kontingen Kota Ambon pada ajang Pesparawi.

“Hari ini merupakan rapat kerja untuk kepengurusan yang saat ini dan akan dilanjutkan dengan kepemimpinan berikutnya 2025-2030, diharapkan mampu memperbaiki yang kurang dan yang masih perlu dibenahi, serta mempertahankan prestasi yang sudah ada, bahkan lebih ditingkatkan lagi oleh kepengurusan yang baru,” ujarnya.

Ia menegaskan predikat Ambon sebagai Kota Musik yang ditetapkan UNESCO melalui UNESCO Creative Cities Network (UCCN) pada Oktober 2019 perlu dijaga melalui pembinaan dan pengembangan talenta secara konsisten.

Pewarta: Winda Herman
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.