Wagub Jateng" Perkuat budaya donor darah

Rabu, 30 September 2026 01:22 WIB

Image Print

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. ANTARA/HO-Pemprov Jateng

Semarang (ANTARA) - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong penguatan ekosistem kesehatan guna mewujudkan Jateng sebagai destinasi wisata kesehatan (medical tourism), yang salah satunya ditopang oleh budaya donor darah.

"Melalui donor darah, kita bisa mewujudkan kesehatan dan menyelamatkan nyawa. Kita ingin Jawa Tengah menjadi destinasi wisata kesehatan. Nah, ini yang kita dorong," katanya saat acara Penyerahan Penghargaan dan Temu Donor Darah Sukarela ke-50 dan ke-75 kali PMI Kabupaten/Kota se-Jateng di Semarang, Selasa.

Menurut dia, donor darah tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan darah bagi pasien, tetapi juga merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan dan kemanusiaan.

Karena itu, kata sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu, budaya donor darah perlu terus dikembangkan seiring dengan upaya Jateng memperkuat sektor kesehatan.

Ia menilai tingginya partisipasi masyarakat dalam donor darah menjadi modal sosial yang penting untuk mendukung penguatan layanan kesehatan di wilayahnya.

Setiap tahun, kata dia, jumlah masyarakat yang aktif melakukan donor darah mencapai lebih dari 2.000 orang. Bahkan, dalam kegiatan tersebut terdapat pendonor yang telah melakukan donor darah hingga 50 dan 75 kali.

Gus Yasin yang juga Ketua Dewan Kehormatan Palang Merah Indonesia (PMI) Jateng itu mengapresiasi konsistensi tersebut, sekaligus berharap para pendonor dapat menjadi penggerak bagi masyarakat lain untuk ikut berdonor.

Selain ketersediaan darah, ia menilai penguatan layanan kesehatan juga harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan, salah satunya melalui digitalisasi pelayanan donor darah.

Ia meminta PMI di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota memanfaatkan teknologi digital untuk memudahkan masyarakat yang hendak melakukan donor darah.

Sistem digital dapat membuat calon pendonor mengetahui layanan donor dan datang tanpa harus menghabiskan waktu untuk mengantre.

Sementara itu, Ketua PMI Jateng Haryanto mengatakan sekitar 97 persen kebutuhan darah di rumah sakit se-Jateng dapat dipenuhi oleh PMI yang menunjukkan termasuk daerah dengan stok darah yang aman.

Untuk mencapai donor darah ke-50, kata dia, seorang pendonor membutuhkan waktu sekitar 13-14 tahun, sedangkan pendonor yang mencapai 75 kali donor membutuhkan waktu sekitar 18 tahun.

Khusus pendonor ke-75, total darah yang telah didonorkan mencapai sekitar 37,5 liter per orang.

"Ini luar biasa. Tanda jasa yang kami berikan tidak seberapa dibandingkan dengan pengorbanan yang tulus dari bapak-ibu sekalian," katanya.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.