Magetan (ANTARA) - ‎Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro mengapresiasi karya inovasi teknologi  pengolahan sampah organik dan limbah padat menjadi briket oleh siswa SMPN 2 Parang sehingga bisa sebagai sumber energi alternatif yang bernilai guna.

"Saya sangat mengapresiasi inovasi ini dan diharapkan bisa menjadi pelopor. Silakan untuk sekolah-sekolah lainnya, bisa belajar mengolah sampah menjadi briket atau arang di SMPN 2 Parang," ujarnya saat berkunjung ke SMPN 2 Parang di Magetan, Jatim, Rabu.

Menurutnya, sampah telah menjadi masalah yang dihadapi masyarakat saat ini. Tidak hanya di Magetan, namun juga di Indonesia dan bahkan global.

Oleh karena itu, ia menilai apa yang dilakukan siswa SMPN 2 Parang bersama guru pembimbing sebagai strategis dalam mendukung program penanganan sampah serta edukasi lingkungan hidup sejak dini.

Pemerintah Kabupaten Magetan berharap inovasi pengolahan sampah menjadi briket di SMPN 2 Parang tersebut dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara konsisten.

"Sehingga mampu menjadi solusi berkelanjutan serta memberi inspirasi bagi sekolah dan warga Magetan secara umum," katanya.

Dalam kunjungannya tersebut, Kang Suyat, sapaan akrab Wabup Magetan Suyatni itu, mengamati secara mendalam proses pengolahan limbah tersebut, mulai dari pemilahan material, pengeringan, pembuatan arang (karbonisasi), hingga pencetakan menjadi briket siap pakai.

Kepala SMPN 2 Parang Ninik Setiyani mengatakan inovasi tersebut mengutamakan pengolahan sampah organik, di antaranya daun kering menjadi briket bioenergi dan dupa pewangi ruangan.

"Program ramah lingkungan ini menjadi solusi energi alternatif sekaligus edukasi penanganan sampah untuk para siswa," kata dia..

Ia juga mencoba menggunakan briket sebagai bahan bakar, dupa pewangi ruangan, serta mencicipi olahan makanan yang dimasak memakai briket.

Ia berharap, inovasi pengolahan sampah menjadi briket di SMPN 2 Parang tersebut dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara konsisten untuk mengatasi masalah sampah di wilayah setempat.

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.