Wabup Banyumas: Literasi jadi benteng untuk menangkal disinformasi

Senin, 14 September 2026 16:07 WIB

Image Print

Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti memberi sambutan dalam pembukaan Festival Literasi Banyumas 2026 di halaman Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (14/9/2026). ANTARA/HO-Pemkab Banyumas

Purwokerto (ANTARA) - Wakil Bupati (Wabup) Banyumas Dwi Asih Lintarti mengatakan literasi menjadi benteng penting bagi masyarakat dalam menyaring informasi di tengah derasnya arus disinformasi digital.

Saat membuka Festival Literasi Banyumas 2026 di halaman Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Banyumas, Senin, dia mengatakan tantangan literasi saat ini bukan sekadar bagaimana masyarakat memperoleh informasi, akan tetapi juga kemampuan memilih, memahami, dan memastikan kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkann.

“Tantangan kita adalah bagaimana memilih informasi yang benar, memahami dengan baik, dan tidak mudah percaya atau menyebarkan sesuatu sebelum kita mengetahui kebenarannya. Di sinilah pentingnya literasi,” katanya.

Menurut dia, budaya literasi perlu terus ditumbuhkan karena kemampuan membaca, memahami, dan mengolah informasi menjadi bekal penting bagi masyarakat, terutama generasi muda.

Dia mengharapkan semakin banyak generasi muda Banyumas yang memiliki keberanian untuk bermimpi, berkarya, serta memberikan kontribusi bagi daerah, bangsa, dan negara.

Ia mengatakan budaya belajar dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti membaca beberapa halaman buku setiap hari, mengajak anak membaca, dan menuangkan gagasan melalui tulisan.

Kepala Dinas Arpusda Kabupaten Banyumas Agus Anggraito mengatakan Festival Literasi Banyumas 2026 yang berlangsung pada 14-16 September 2026 dengan tema “Literasi untuk Negeri: Mengisi Kemerdekaan dengan Cinta Buku dan Perpustakaan” tersebut, diisi berbagai kegiatan untuk meningkatkan minat baca dan memperluas pemahaman masyarakat mengenai literasi.

Menurut dia, kegiatan tersebut antara lain pameran buku, stan pegiat literasi, pemutaran film di mini teater, pertunjukan seni tari dan musik, serta penyerahan penghargaan kepada pemenang berbagai lomba literasi.

Selain itu, festival menghadirkan bedah buku dan gelar bicara yang membahas sejumlah isu, seperti parenting, public speaking, literasi digital, serta penanganan perundungan di era digital.

Ia mengatakan dalam kegiatan tersebut juga diluncurkan program 1.000 Titik Perpustakaan Digital atau Tugu Baca yang merupakan hasil sinergi berbagai pihak tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Program ini direalisasikan tanpa menggunakan APBD, melainkan melalui sinergi dan dukungan berbagai pemangku kepentingan seperti Bank Indonesia, Telkom, Universitas Terbuka, Bank Jateng, serta mitra lainnya,” katanya.

Ia mengatakan perpustakaan digital tersebut akan ditempatkan di berbagai tempat keramaian masyarakat sehingga dapat memudahkan akses terhadap ribuan buku digital dan beragam konten edukatif.

Agus mengharapkan Festival Literasi Banyumas 2026 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu memperkuat semangat kebangsaan dan cinta tanah air sekaligus mendorong masyarakat untuk membangun kebiasaan membaca, menulis, dan mengunjungi perpustakaan.


Baca juga: Sekda Banyumas tetap menjalankan tugas setelah dimintai keterangan KPK

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.