Jakarta, CNBC Indonesia - Media sosial sempat dihebohkan dengan tren menggunakan parasetamol untuk penyubur tanaman. Pakar dari IPB University membeberkan informasi sebenarnya.

Penanggung jawab Klinik Tanaman Fakultas Pertanian IPB University, Efi Toding Tondok menyebutkan belum ada penelitian atau data yang membuktikan parasetamol bisa menyuburkan tanaman. Dia juga tidak menyarankan menggunakan obat manusia untuk tanaman.

Karena menurutnya pemberian obat manusia bisa berdampak buruk bagi tanaman dalam jangka panjang. Dampaknya berupa mematikan organisme tertentu hingga resistensi patogen.

"Parasetamol dibuat khusus untuk kesehatan manusia dan belum ada penelitian maupun data sama sekali yang membuktikan bahwa kandungan parasetamol dibutuhkan oleh tumbuhan atau bisa menyuburkan tanaman khususnya cabai," jelas Efi, dikutip dari laman resmi IPB University, Senin (13/7/2026).

Efi menjelaskan, beberapa senyawa seperti asam salisilat pada obat manusia memang dibutuhkan untuk meningkatkan ketahanan tumbuhan. Namun yang digunakan untuk manusia memiliki formula lebih murni dan mahal, sementara untuk tumbuhan bisa berdampak lebih buruk.

Pilihan Redaksi

  • Hutan Bisa Jadi Obat Mujarab Stres-kesehatan Mental, Ini Penjelasannya
  • Buah Asli RI Disebut Superfood, Solusi Krisis Dunia
  • Buah 'Kampung' Ini Diprediksi Jadi Superfood Masa Depan Indonesia

"Tapi kalau mempergunakan untuk tumbuhan, apalagi dalam area yang luas, bisa menimbulkan dampak yang belum kita ketahui. Misalnya membuat organisme-organisme tertentu mati atau menyebabkan resistensi terhadap obat-obat yang malah menjadikan si mikroorganisme itu, yang mungkin adalah patogen manusia, resisten terhadap obat," dia menegaskan.

Efi menyarankan untuk tetap menggunakan pupuk yang diperuntukkan bagi tumbuhan. Alasannya karena pupuk telah diformulasikan untuk tumbuhan dan telah diteliti keamanannya bagi lingkungan, tumbuhan dan konsumen.

Masyarakat juga dapat menggunakan bahan rumah tangga biasa untuk alternatif bagi tumbuhan yang lebih murah, aman dan mudah didapat. Efi mencontohkan bisa menggunakan hasil cucian beras untuk tanaman dalam jumlah sedikit.

"Bila untuk tanaman dalam jumlah sedikit yang di halaman, tanaman-tanaman dalam pot misalnya bisa memupuk dengan bahan yang mudah yang biasa kita buang-buang seperti hasil cucian beras. Itu akan sangat baik untuk nutrisi tanaman. Jadi, jangan gunakan obat-obat untuk manusia digunakan pada tumbuhan karena risikonya akan lebih banyak, yang belum kita lihat saat ini," dia menjelaskan.

(fab/fab)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]