Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:00 WIB
VIVA – Bek Go Ahead Eagles, Dean James, mengaku merasakan pengalaman berbeda saat kembali ke Belanda setelah membantu Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Pemain berusia 26 tahun itu merasa aneh karena beralih dari suasana penuh perhatian di Indonesia menjadi kehidupan yang lebih santai di Belanda.
Baca Juga
James menjadi salah satu pemain penting dalam kemenangan Timnas Indonesia atas Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam WIB. Ia mencetak gol melalui tendangan bebas sebelum turut menyumbangkan gol dalam babak adu penalti.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-46, James tampil maksimal untuk membantu skuad Garuda meraih gelar juara. Tendangan bebasnya pada menit ke-84 membuka keunggulan Indonesia setelah bola membentur badan lawan.
Baca Juga
Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026
Photo :
- Istimewa
Thailand sempat menyamakan kedudukan dan berbalik unggul sebelum Elkan Baggott mencetak gol balasan. Pertandingan pun berlanjut ke babak adu penalti, dengan James dipercaya menjadi penendang kedua Indonesia dan sukses menjalankan tugasnya.
Baca Juga
Penampilan tersebut membuat James mendapat perhatian besar dari masyarakat Indonesia. Bek kiri keturunan Surabaya, Jawa Timur, itu mengaku kesulitan berjalan di tempat umum karena banyak orang mengenalinya setelah keberhasilan Timnas Indonesia meraih gelar juara.
Situasinya berubah ketika ia kembali ke Belanda dan bergabung lagi dengan Go Ahead Eagles. Di negara tempatnya berkarier, James dapat menjalani aktivitas dengan lebih santai karena tidak banyak orang yang mengenalinya.
"(Rasanya) memang aneh," kata James, dikutip dari Oost Sabtu (10/10/2026).
"Di sana, Anda hampir tidak bisa berjalan di jalanan umum, sedangkan di sini (Belanda) situasinya agak lebih santai."
"Anda tidak dikenali orang dan itu benar-benar sebuah perubahan besar," lanjutnya setelah tiba di Belanda.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pengalaman serupa juga dialami kompatriotnya, Joey Pelupessy, yang mendapat pengawalan polisi saat meninggalkan Indonesia setelah menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
Pelupessy, yang harus segera kembali ke Belgia untuk membela SK Lommel, terbang bersama Kevin Diks menuju bandara. Keduanya mendapat pengawalan di tengah perayaan besar setelah kemenangan Indonesia.
Halaman Selanjutnya
"Berkat kemenangan itu, ada perayaan besar-besaran di kota tersebut (Jakarta)," ujar Pelupessy.