ILUSTRASI. Bizhare (Dok/Bizhare )
Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Platform urun dana Bizhare telah memfasilitasi pendanaan untuk dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Tengah dengan total nilai mencapai Rp2,25 miliar. Dua penerbit yang memperoleh pendanaan tersebut yakni PT Anak Tumbuh Sehat untuk SPPG Karanganyar Brumbungan dan PT Kuat Bersama Kami untuk SPPG Karanganyar Gabahan.
Di tengah upaya Badan Gizi Nasional memperketat pengawasan dapur-dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), Founder & CEO Bizhare Heinrich Vincent menyebut performa bisnis kedua penerbit masih terjaga dengan baik.
Kondisi tersebut tidak terlepas dari peran Bizhare sebagai penyelenggara dalam melakukan monitoring dan pengawasan terhadap kinerja penerbit, termasuk penerbit di sektor SPPG.
โMemang di tengah lapangan terdapat penutupan sejumlah dapur SPPG, namun untuk dapur milik Penerbit kami masih berjalan dengan baik,โ ujarnya kepada Kontan, Minggu (6/9/2026).
Baca Juga: Pendanaan Bizhare Melesat 125% hingga Agustus 2026
Selain itu, ia juga menilai sektor pendanaan ini masih memiliki potensi ekonomi dan dampak sosial yang besar. Namun, peluang tersebut tetap diikuti sejumlah risiko, terutama terkait risiko operasional hingga kestabilan regulasi.
Oleh karena itu, dibanding melakukan ekspansi pendanaan, Bizhare saat ini lebih fokus untuk monitoring dan melakukan pengawasan terhadap dapur SPPG yang sudah memperoleh fasilitas pendanaan. Upaya ini dilakukan agar sektor ini tetap memberikan keuntungan kepada investor sesuai dengan rencana investasinya.
Di samping itu, dalam jangka pendek prioritas Bizhare adalah menjaga dan memantau kinerja penerbit yang sudah berjalan sembari terus mengamati perkembangan industri sejalan dengan berbagai peraturan baru dari BGN yang terus berkembang.
Selain itu, Bizhare menilai penutupan sejumlah dapur SPPG oleh BGN menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan operasional SPPG. Sejalan dengan itu, Bizhare terus memperkuat pemantauan terhadap status operasional, pemenuhan persyaratan teknis, arus kas, realisasi pembayaran, serta pelaporan penerbit.
Langkah tersebut menjadi prioritas Bizhare untuk menjaga keberlangsungan proyek sekaligus memastikan kepentingan investor tetap terlindungi di tengah perkembangan program MBG dan sektor SPPG.ย
Baca Juga: Bizhare Fasilitasi Pendanaan Hampir Rp 400 Miliar hingga Semester I-2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News