Bagikan:
JAKARTA - Universitas Republik Indonesia atau URI akan memperkuat pendidikan sains, teknologi, teknik, dan matematika. Pemerintah menyiapkan kampus baru itu untuk mengejar ketertinggalan teknologi dan mengurangi ketergantungan kepada negara lain.
Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus Aries Marsudiyanto mengatakan Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian pada pengembangan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
“Tidak mungkin kita punya kekayaan alam yang sedemikian melimpah, tetapi sumber daya manusianya rendah,” kata Aries di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 23 Juli.
Menurut Aries, kekayaan sumber daya alam belum otomatis membuat Indonesia menguasai teknologi. Aries mencontohkan kemampuan membuat pesawat dan mobil yang dinilainya masih tertinggal.
Karena itu, URI akan memberikan perhatian pada bidang STEM, singkatan dari science, technology, engineering, and mathematics atau sains, teknologi, teknik, dan matematika.
“Dengan demikian, bangsa ini akan menguasai teknologi sendiri,” ujarnya.
Aries mengatakan ia telah membahas pengembangan teknologi bersama 20 rektor perguruan tinggi negeri. Pembicaraan itu juga menyinggung upaya menjadikan Indonesia lebih mandiri dan tidak sekadar menjadi pasar produk negara lain.
“Jangan terpengaruh atau menjadi pasar oleh bangsa-bangsa lain,” katanya.
BACA JUGA:
Meski STEM menjadi salah satu perhatian, URI tidak hanya membuka program studi di bidang tersebut. Pemerintah juga menyiapkan pendidikan kesehatan dan kedokteran.
Aries menilai jumlah dokter di Indonesia masih kurang, terutama di daerah perdesaan. Ia menyebut rasio dokter sekitar 0,47 per 1.000 penduduk di perkotaan dan sekitar 0,27 di perdesaan.
Namun, Aries tidak menjelaskan sumber data tersebut secara terperinci. Ia menyerahkan penjelasan mengenai sistem penerimaan mahasiswa dan teknis penyelenggaraan URI kepada Gubernur URI.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+