Gowa (ANTARA) - Tim SAR gabungan terus melakukan operasi penyelamatan untuk mengevakuasi 26 orang dari sebelumnya 16 orang pendaki yang mengalami cedera ataupun hipotermia saat mengikuti rangkaian upacara bendera Merah Putih dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia, di Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

"Data sementara dari tim siaga khusus sampai saat ini telah ditangani 26 orang pendaki yang mengalami trouble (masalah) terdiri dari tujuh laki-laki dan 19 perempuan," ujar Komandan Rescuer Basarnas Makassar Darul melalui keterangan videonya diterima wartawan di Gowa, Senin malam.

Ia menjelaskan saat ini Tim SAR gabungan tengah berjibaku mengevakuasi sejumlah pendaki di beberapa titik seperti di Pos 5, Pos 7, Pos 8 Jalur Lembanna, Pos 10 puncak Gunung Bawakaraeng, serta jalur Tassoso.

"Tim kami telah berhasil mengevakuasi sebanyak 14 orang dan telah mendapatkan penanganan medis, sedangkan 12 orang lainnya sementara dalam proses perjalanan evakuasi ke posko Aju Bulu Balea," ucapnya.

Masalah yang dialami korban, kata dia, beragam, antara lain cedera kaki, kram saat penurunan, kelelahan fisik berat, terpeleset lalu terjatuh hingga mengalami cedera tulang belakang, serta serangan hipotermia atau suhu tubuh menurun drastis saat berada di puncak gunung tersebut.

Sedangkan titik evakuasi dilaksanakan tim SAR gabungan itu berada di Puncak Pos 10, Pos 9, dan di antara Pos 7 dengan Pos 8. Untuk korban yang terjatuh kini masih sementara dievakuasi turun gunung dengan menggunakan tandu.

"Proses evakuasi kami laksanakan secara estafet, mulai dari puncak menuju ke pos delapan, dan dilanjutkan oleh tim yang berada di pos tujuh. Selanjutnya diserahkan tim di pos lima untuk dititip sementara, kemudian dibawa turun ke Pos Aju Bulu Balea untuk mendapat perawatan lanjutan," tuturnya.

Sejauh ini, sejumlah korban pendaki yang telah dievakuasi karena mengalami masalah fisik seperti hipotermia, cedera kaki, kram kaki sedang ditangani tim medis di Puskesmas Tinggi Moncong guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Data Pos Siaga Merah Putih mencatat total pendaki yang melakukan registrasi meningkat menjadi 3.786 orang. Jumlah tersebut tersebar di empat jalur masuk pada perlintasan utama menuju puncak Gunung Bawakaraeng.

Jalur tersebut seperti di Pos Registrasi Bulu Balea sebanyak 2.033 orang, Posko Tassoso 1.081 orang, Posko Kanreapia 422 orang, dan Posko Lembanna sebanyak 250 orang. Kepadatan arus pendaki di seluruh jalur ini terus dikawal tim gabungan demi mengimbangi dinamika medan di lapangan.

Operasi Siaga Merah Putih ini berlangsung sejak 15-18 Agustus 2026 melibatkan 295 personel gabungan dari unsur Basarnas, komunitas SAR, relawan, hingga tenaga medis. Personel ditempatkan pada delapan titik strategis, termasuk puncak gunung dan Lembah Ramma guna merespons cepat setiap kondisi darurat.

Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar menyampaikan operasi Siaga Khusus Merah Putih tersebut dikawal Tim SAR gabungan yang disebar pada delapan titik pemantauan, yakni Posko Lembanna, Posko Aju Bulu Balea, Pos 5, Pos 7, Pos 8 jalur Lembanna, puncak Gunung Bawakaraeng, Lembah Ramma, serta jalur Tassoso.

Sebelumnya Arif sudah mengingatkan kepada para pendaki untuk mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri mencapai puncak gunung tersebut, serta ia mengimbau pendaki agar selalu menjaga kondisi fisik agar tidak terjadi masalah kesehatan saat pendakian.

"Ini bukan hanya tentang menjaga jalur pendakian. Ini tentang memastikan setiap orang yang datang untuk memperingati kemerdekaan dapat kembali dengan selamat kepada keluarganya. Semangat kemerdekaan harus berjalan bersama kepedulian dan kemanusiaan," katanya menambahkan.

Pewarta: M Darwin Fatir
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.