Senin, 12 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Jakarta, VIVA – Universitas Indonesia (UI) kembali menggelar kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan petani muda melalui pelatihan permakltur. Lahan percontohan dari kegiatan tersebut diresmikan secara langsung oleh Basuki Rahmat selaku Kepala Desa Tepisari.

Baca Juga

Kegiatan ini menyasar pemuda di Dukuh Bener, Desa Tepisari, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, dengan tujuan mengubah lahan tidur menjadi kebun abadi yang produktif dan bernilai ekonomi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kegiatan yang berlangsung pada 8—12 Oktober 2026 tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemuda dalam praktik pertanian permakultur.

Baca Juga

Gerakan ini diketuai oleh Dwi Rahmawanto, M.Hum. dengan anggota tim Dr. Atin Fitriana, Novika Stri Wrihatni, M.Hum., Ahaditta Maulidya, M. Devin Pekih, dan Yusuf A. Fahreza.

Ketua tim pengabdian menyampaikan bahwa melalui pelatihan ini, diharapkan terjadi peningkatan kapasitas petani muda sehingga mereka mampu melakukan produksi pertanian secara lebih maksimal dan menghasilkan komoditas yang bernilai jual tinggi.

Baca Juga

Program ini juga diharapkan dapat mendorong kemandirian pangan sekaligus memperkuat ekonomi warga setempat.

Pelatihan dirancang dengan pendekatan partisipatif, menggabungkan teori dan praktik langsung di lapangan. Para peserta diajarkan teknik permakultur, mulai dari pembuatan kompos, pemilihan tanaman yang sesuai, hingga manajemen air dan pupuk.

Selain itu, mereka juga diberikan wawasan tentang strategi pemasaran hasil pertanian agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing. Antusiasme peserta terlihat tinggi selama sesi berlangsung, ditandai dengan keaktifan bertanya dan praktik langsung di lahan percobaan.

“Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata bagi kami para calon petani muda untuk mengembangkan potensi desa kami yakni pertanian dengan model pertanian yang berbeda," kata Anik, seorang pemuda peserta pelatihan, dikutip Senin (12/10/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kegiatan pelatihan permaculture bagi petani muda dinilai sangat penting, mengingat lahan tidur yang tidak terkelola dengan baik dapat menjadi potensi besar jika diberdayakan secara optimal.

Dengan pendekatan permakultur, petani tidak hanya diajak bercocok tanam, tetapi juga memahami keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan lingkungan. Hal ini sejalan dengan upaya ketahanan pangan nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Halaman Selanjutnya

Melalui program ini, diharapkan muncul generasi petani muda yang tangguh, inovatif, dan mampu mengubah tantangan lahan tidur menjadi peluang ekonomi yang abadi.