Jumat, 31 Juli 2026 - 16:53 WIB
Jakarta, VIVA – Sebuah kisah unik datang dari Wonosobo, Jawa Tengah. Seorang relawan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bernama Zuharni mengabadikan rasa syukurnya terhadap program tersebut dengan memberi nama anak ketiganya Muhammad Bintang Gemilang Subianto, yang disingkat menjadi MBG.
Baca Juga
Nama tersebut bukan dipilih tanpa alasan. Bagi perempuan berusia 41 tahun itu, Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program pemerintah, tetapi juga menjadi bagian penting dari perjalanan hidup keluarganya setelah memperoleh pekerjaan sebagai relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sapuran Jolontoro.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Zuharni mengaku hampir satu tahun bergabung sebagai relawan SPPG. Sebelum itu, ia menghabiskan sekitar lima tahun berjualan pakaian secara keliling untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Baca Juga
Kesempatan bekerja di SPPG menjadi titik balik dalam kehidupannya. Selain memperoleh penghasilan tetap, lokasi tempat kerja yang dekat dengan rumah membuatnya tetap bisa mendampingi keluarga dan mengurus anak-anak setiap hari.
"Saya sebut nama kerjaan itu karena saking sukanya, saking bersyukurnya. Berterima kasih saya," ujar Zuharni.
Baca Juga
Awalnya Ingin Memberi Nama Muhammad MBG Subianto
Kehadiran anak ketiganya membawa cerita tersendiri. Saat wawancara dilakukan, bayi tersebut baru berusia 23 hari.
Zuharni mengungkapkan bahwa semula ia ingin memberikan nama Muhammad MBG Subianto. Namun, keinginannya itu tidak dapat diwujudkan karena penggunaan singkatan sebagai nama tidak diperbolehkan.
Ia kemudian mencari jalan lain dengan menyusun nama lengkap Muhammad Bintang Gemilang Subianto. Tiga kata pertama dari nama tersebut membentuk singkatan MBG, sehingga makna yang diinginkannya tetap dapat dipertahankan.
Kini, di lingkungan keluarga maupun tetangga, sang bayi lebih sering dipanggil dengan nama MBG.
Menurut Zuharni, nama itu menjadi simbol rasa syukur atas kesempatan yang ia peroleh setelah bergabung sebagai relawan Program Makan Bergizi Gratis.
Pekerjaan Membantu Penuhi Kebutuhan Keluarga
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Saat ini, Zuharni tinggal bersama ketiga anaknya. Anak pertama telah berusia 16 tahun dan duduk di bangku kelas 2 SMA. Anak keduanya berusia 7 tahun dan bersekolah di kelas 2 SD, sedangkan anak bungsunya baru lahir.
Ia mengatakan pekerjaan sebagai relawan SPPG memberikan perubahan bagi kondisi ekonomi keluarganya. Penghasilan yang diperoleh dinilai cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membiayai pendidikan anak-anaknya.
Halaman Selanjutnya
"Kerja tidak buat kita kaya sih, cuma cukup. Bisa buat hari-hari, bayar anak-anak sekolah, terus yang lain-lain itu alhamdulillah cukup," katanya.