Gorontalo (ANTARA) - Universitas Negeri Gorontalo (UNG), menerjunkan 1.108 mahasiswa melalui program 'Mengajar Batch 10', sebagai upaya menghadirkan dampak nyata dalam penguatan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah di Gorontalo.
"Kami berkomitmen mendukung penguatan kualitas pembelajaran di sekolah, melalui program UNG Mengajar Batch 10 untuk tiga wilayah di Provinsi Gorontalo," kata Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UNG Profesor Elya Nusantari di Kota Gorontalo, Selasa.
Menurutnya dalam program UNG Mengajar, sebanyak 1.108 mahasiswa tersebut berasal dari 18 program studi kependidikan di lingkungan kampus kerakyatan ini.
Ketiga wilayah tersebut meliputi Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango.
Selama kurang lebih empat bulan, para mahasiswa akan terlibat langsung dalam aktivitas pendidikan dan pembelajaran di sekolah mitra, sekaligus membawa semangat pengabdian untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan.
Ia mengatakan pelaksanaan UNG Mengajar terus mengalami perkembangan, seiring dengan perubahan kebijakan dan arah pengembangan program pendidikan tinggi.
Menurutnya UNG Mengajar yang sebelumnya menjadi bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), kini diarahkan menjadi bagian dari semangat Kampus Berdampak.
Artinya, kata Elya, kehadiran mahasiswa bukan hanya untuk belajar di lapangan, tetapi harus benar-benar memberikan dampak nyata bagi sekolah dan masyarakat.
Melalui program ini, mahasiswa mendapatkan ruang untuk mengaplikasikan pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan secara langsung di lingkungan sekolah.
Kehadiran mahasiswa diharapkan memperkuat berbagai aspek pembelajaran, terutama dalam pengembangan literasi, numerasi, serta karakter peserta didik.
Lebih dari sekadar pengalaman mengajar, UNG Mengajar menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung dinamika pendidikan di lapangan.
Mahasiswa dituntut mampu membaca kebutuhan sekolah, beradaptasi dengan lingkungan, serta menghadirkan gagasan dan pendekatan pembelajaran yang relevan.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Profesor Mohamad Amir Arham mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam program UNG Mengajar, merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi UNG terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Gorontalo.
Ia berharap para mahasiswa tidak hanya hadir untuk membantu menjalankan aktivitas pembelajaran yang sudah berlangsung di sekolah, tetapi mampu memberikan nilai tambah melalui inovasi dan gagasan baru.
“Kehadiran mahasiswa bukan hanya untuk menggantikan peran guru yang ada di sekolah. Mahasiswa harus hadir membawa inovasi, sistem, serta pendekatan baru yang dimiliki untuk memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran,” kata Amir.
Pesan tersebut menjadi penekanan penting dalam pelaksanaan UNG Mengajar Batch 10.
Seluruh mahasiswa dari berbagai program studi kependidikan, diharapkan mampu menjadikan sekolah sebagai ruang belajar sekaligus ruang pengabdian.
Mahasiswa diharapkan memegang komitmen mendukung penguatan kualitas pembelajaran di sekolah.
Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.