Kota Mataram (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melepas tujuh mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah-'Aisyiyah (KKN MAs) 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Pelepasan peserta dipimpin Rektor UMMAT Dr. H. Abdul Wahab di kampus UMMAT, Jumat, menjelang keberangkatan mahasiswa menuju lokasi pengabdian pada 27 Juli 2026.

Ketujuh mahasiswa tersebut terdiri atas empat mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Program Studi S1 Farmasi, yakni Desthy Kusmawati, Istikamal, Baiq Lutfia Safhira, dan Arina Salsabila. Sementara tiga mahasiswa lainnya berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Program Studi Administrasi Bisnis, yakni Zaid Saepullah, Rosa Sapitri, dan Rizqa Hikmatul Kawsar.

Kepala LPPM UMMAT Dr. Sri Rejeki mengatakan seluruh peserta telah mengikuti pembekalan secara daring yang diselenggarakan panitia pusat sebagai persiapan sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian.

Ia menjelaskan mahasiswa UMMAT akan ditempatkan di sejumlah lokasi di Kabupaten Malang dan bergabung dalam kelompok bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah di Indonesia.

"KKN MAs menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar berkolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai universitas. Mereka akan ditempatkan di kelompok yang berbeda dan tersebar di sejumlah lokasi pengabdian di Kabupaten Malang," katanya.

"Program yang dijalankan tidak hanya menyasar masyarakat secara umum, tetapi juga masyarakat sekolah. Mahasiswa perlu mempersiapkan program yang kreatif, aplikatif, dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan tempat mereka mengabdi," ujarnya.

Rektor UMMAT Abdul Wahab berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik almamater selama mengikuti program pengabdian. Ia menekankan pentingnya menghormati budaya masyarakat setempat, menjaga adab, serta menunjukkan sikap yang mencerminkan nilai-nilai Muhammadiyah.

Selain itu, mahasiswa diminta mempersiapkan program kerja sejak awal agar mampu memberikan kontribusi nyata selama menjalankan pengabdian di masyarakat.

"Program kerja harus mulai dipersiapkan dari sekarang agar kita memiliki gagasan sendiri yang dapat ditawarkan. Tunjukkan kemampuan, kreativitas, dan kontribusi terbaik sebagai mahasiswa UMMAT," ujarnya.

Ia juga mengingatkan peserta untuk menjaga kesehatan selama mengikuti KKN MAs yang akan berlangsung selama 45 hari.

Keikutsertaan mahasiswa dalam KKN MAs 2026 merupakan bagian dari upaya UMMAT memperluas jejaring pengabdian masyarakat di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah sekaligus meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi, berkolaborasi, beradaptasi, dan memimpin di tengah masyarakat.

Pewarta : Ady Ardiansah
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026