Banjarmasin (ANTARA) - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Jepang menjalin kolaborasi bidang kesehatan melalui kerja sama dengan Kaikoukai Healthcare Corporation dan Gakken Medical Support dengan fokus utama penyaluran tenaga kesehatan khususnya perawat untuk berkarier di Jepang.
"Kerja sama ini diharapkan membuka jalur karier internasional bagi lulusan perawat ULM," kata Rektor Prof Ahmad Alim Bachri di Banjarmasin, Jumat.
Menurut dia, peluang internasional seperti ini sejalan dengan visi ULM sebagai Kampus Berdampak yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga memberi kontribusi nyata dalam menjawab kebutuhan tenaga kesehatan global.
Rektor menegaskan universitas siap mendukung penguatan kurikulum agar mahasiswa dan alumni tidak hanya siap menghadapi tantangan di dalam negeri tapi juga di luar negeri.
Peluang kerja sama ini juga didukung Migrant Center ULM yang diresmikan pada 23 Juni 2026 oleh Menteri P2MI Mukhtarudin.
Sekretaris Migrant Center Mohammad Adhiya Riswandha menjelaskan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kementerian P2MI dan berhasil mendapatkan dua paket program pelatihan caregiver dan bahasa Jepang dengan skema Government to Government (G2G).
“Insya Allah kita memberangkatkan 40 orang ke Jepang dengan skema dari kementerian," ungkapnya.
Kepala Prodi Program Studi Keperawatan ULM Herry Setiawan juga menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti kerja sama ini.
Pihaknya melihat relevansi besar antara kompetensi lulusan keperawatan ULM dengan standar pelayanan kesehatan di Jepang.
"Prodi juga membuka peluang memasukkan mata kuliah elektif bahasa Jepang di semester 5, serta memperkuat aspek etika dan budaya kerja dalam pembelajaran," jelasnya.
Sementara perwakilan Kaikoukai, Abe Kazuya saat kunjungan ke ULM menegaskan Jepang sangat membutuhkan tenaga kesehatan berkualitas.
Ia berharap ULM dapat menyiapkan mahasiswa dengan kemampuan bahasa Jepang yang memadai agar siap bersaing di dunia kerja internasional.
Pewarta: Firman
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.