Depok (ANTARA) - Universitas Indonesia (UI) menerjunkan tim odontologi forensik dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG UI) untuk membantu mengidentifikasi korban tragedi KM Virgo Transport 8.
Tim ini terlibat dalam operasi Disaster Victim Identification (DVI), yaitu operasi pengenalan identitas korban bencana, yang diselenggarakan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kalimantan Selatan bersama Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Banjarmasin.
Penanggung jawab Tim Odontologi Forensik (OF) FKG UI, drg. Nurtami, Jumat menyampaikan bahwa timnya bertugas melakukan identifikasi primer melalui pemeriksaan data gigi.
"Kami melakukan pemeriksaan gigi geligi temuan post-mortem yang mencakup pencatatan odontogram, dokumentasi, identifikasi ciri khusus, estimasi usia, serta
pencatatan karakteristik odontologis lainnya yang dapat mendukung proses identifikasi," ujar drg. Nurtami.
Selain itu, tim juga mengumpulkan dan mengevaluasi data gigi korban semasa hidup atau data ante-mortem, berupa rekam medis gigi, radiografi gigi, foto profil wajah yang memperlihatkan gigi, serta informasi ciri khusus odontologis lainnya.
Data tersebut diperoleh dari keluarga atau kerabat korban, dokter gigi, hingga fasilitas pelayanan kesehatan yang pernah merawat korban.
Hasil pemeriksaan data gigi post-mortem kemudian dicocokkan dengan data gigi ante-mortem untuk mendapatkan identifikasi korban positif.
Hingga saat ini, sebanyak 47 jenazah telah
teridentifikasi melalui metode primer berupa sidik jari dan data gigi, serta metode sekunder berupa data medis dan properti korban.
Dalam operasi DVI tersebut, tim OF FKG UI terdiri dari mahasiswa program studi dokter gigi
spesialis Odontologi Forensik FKG UI, Dr. drg. Linda Yuliati, M.H., dan drg. Miky Raja Manullang
dan drg. M.A. Majedi, M.H., serta alumni program studi, drg. Ferdy Rijaldi, M.H., Sp.OF. Mereka berangkat dengan dukungan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial UI (DPIS UI) melalui Program UI Peduli.
Selama bertugas, tim bekerja bersama RS Bhayangkara Tk. III Banjarmasin, Tim DVI Biddokkes Polda Kalimantan Selatan, Bidang Odontologi Kepolisian (Bidodontopol), dan Pusat Identifikasi Polri (Pusident).
Operasi ini juga melibatkan FKG Universitas Lambung Mangkurat (FKG ULM), Ikatan Alumni FKG ULM, RSGM Gusti Hasan Aman, dan dokter spesialis forensik medikolegal (Sp.FM).
Dekan FKG UI, Prof. drg. Lisa Rinanda Amir, menyampaikan bahwa keterlibatan
sivitas akademika FKG UI dalam operasi DVI merupakan bentuk kontribusi keilmuan kedokteran gigi bagi kemanusiaan.
“Keterlibatan FKG UI dalam operasi DVI ini menjadi bentuk nyata kontribusi keilmuan kedokteran gigi untuk mendukung proses identifikasi korban secara ilmiah dan membantu keluarga memperoleh kepastian,” ujar Prof. Lisa.
Keterlibatan Tim OF FKG UI menunjukkan kepedulian UI terhadap isu kemanusiaan dan
kebencanaan melalui keilmuan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
UI berkomitmen terus menerapkan kompetensi Odontologi Forensik dalam situasi kebencanaan dan bekerja sama dengan kepolisian, rumah sakit, serta tenaga forensik agar proses identifikasi berjalan terpadu.
Baca juga: Basarnas sebut lorong-lorong bangkai Kapal Virgo banyak tertutup
Baca juga: Pusdokkes Polri akui sebagian korban Virgo teridentifikasi punya tato
Pewarta: Feru Lantara
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.