UI GreenMetric resmi meluncurkan UI GreenMetric Sustainable Corporate Rankings, instrumen penilaian untuk mengukur kinerja keberlanjutan perusahaan pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), pada Kamis (23/7). Instrumen ini memperluas cakupan penilaian ESG UI GreenMetric ke sektor korporasi.

Sebagai informasi, UI GreenMetric adalah inisiatif keberlanjutan global Universitas Indonesia (UI), sekaligus pelopor pemeringkatan universitas berkelanjutan di dunia. 

Setelah lebih dari satu dekade menjadi pelopor pemeringkatan kampus berkelanjutan (UI GreenMetric World University Rankings) dan mengembangkan pemeringkatan kota berkelanjutan (UI GreenMetric Sustainable City Rankings), instrumen penilaian diperluas dengan menyasar sektor korporasi.

Chairperson UI GreenMetric Vishnu Juwono mengatakan, perlu kolaborasi antarsektor untuk menciptakan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Dalam hal ini, UI GreenMetric sebagai perwakilan dari lini akademisi turut berkontribusi dengan melakukan penilaian, agar perusahaan terdorong untuk mengukur, mengevaluasi, dan menaikkan standar kinerja environment, social, and governance (ESG)-nya.

“Sektor swasta memiliki peran vital dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui tata kelola yang baik,  pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, serta penciptaan dampak sosial yang positif,” kata Vishnu, dalam keterangan resmi dikutip pada Senin (27/7).

Perluasan pemeringkatan ke sektor korporasi diharapkan mampu mendorong industri nasional untuk meningkatkan daya saing global, sekaligus memberi dampak positif untuk lingkungan dan masyarakat. 

Perlu Penguatan Ekosistem Keuangan Berkelanjutan

Direktur Keuangan Berkelanjutan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Joko Siswanto juga sepakat bahwa dibutuhkan penguatan ekosistem keuangan berkelanjutan di Indonesia yang sekaligus mendorong peran ESG.

“Perlu penguatan ekosistem keuangan berkelanjutan di Indonesia dan peran ESG sebagai pilar tata kelola perusahaan yang mampu menciptakan nilai jangka panjang,” ujar dia.

Sekretaris Dewan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Sylvia Veronica Nalurita Purnama Siregar, kemudian mengatakan tata kelola ESG dapat memperkuat akuntabilitas, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, serta menjawab ekspektasi publik terhadap transparansi bisnis modern.

UI GreenMetric Sustainable Corporate Rankings pun telah dirancang untuk menjadi tolok ukur komprehensif untuk membantu perusahaan dalam mengidentifikasi peluang perbaikan, memperkuat transparansi, serta membangun budaya perbaikan berkelanjutan atau continuous improvement.