Depok (ANTARA) - Universitas Indonesia (UI) dan Tohoku University Jepang membahas penguatan kolaborasi di bidang pendidikan, riset dan inovasi, serta mobilitas mahasiswa, hingga peluang program akademik bersama.
Rektor UI Heri Hermansyah di Depok, Selasa, mengatakan peran vital alumni dalam memperkuat hubungan kelembagaan kedua institusi. Alumni Tohoku University di Indonesia didorong untuk menjadi perantara diplomasi akademik yang mampu membuka jejaring baru antar-peneliti dan institusi kedua negara.
“Alumni dapat menjadi anchor dan ambassador untuk menghubungkan profesor serta memperluas kolaborasi,” kata Heri.
Sementara itu, Presiden Tohoku University, Prof Teiji Tominaga menyambut baik keberlanjutan hubungan kedua kampus.
Ia berharap kerja sama pertukaran mahasiswa dapat terus dikembangkan beriringan dengan riset bersama, salah satunya melalui gagasan online research matching untuk mempertemukan peneliti dari kedua institusi sesuai bidang keilmuan yang relevan.
Dalam kesempatan tersebut, Tohoku University memaparkan kemajuannya sebagai universitas riset unggulan Jepang yang berdiri sejak 1907 dengan prinsip Research First, Open Doors, serta Practice-Oriented Research and Education.
Pada 2024, pemerintah Jepang menetapkan Tohoku University sebagai perguruan tinggi pertama yang meraih status University for International Research Excellence (UREX).
Memasuki 2026, kampus yang berlokasi di Sendai ini memacu agenda transformasi global melalui tiga komitmen utama: Impact, Talent, dan Change.
Kedua perguruan tinggi juga melakukan pembahasan peluang riset interdisipliner, khususnya pengembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dari perspektif ilmu sosial dan humaniora.
Associate Professor Departemen Sosiologi FISIP UI Raphaella Dewantari Dwianto menjelaskan pemetaan peneliti muda UI dalam mengkaji etika, sosiologi, hingga ilmu informasi berbasis AI.
Pihak Tohoku University menyambut positif hal ini mengingat kebutuhan kajian AI masa depan memerlukan pendekatan lintas disiplin mencakup filsafat dan etika teknologi. Selain AI, bidang Japanese Studies turut dibahas sebagai potensi kerja sama strategis memanfaatkan pengalaman riset UI di bidang kajian Jepang.
Pada ranah akademik, kedua pihak mengeksplorasi perluasan program double degree pascasarjana.
Berangkat dari keberhasilan double degree di Fakultas Kedokteran Gigi UI yang telah berjalan beberapa tahun, perwakilan Fakultas Teknik (FTUI) turut menjajaki skema serupa untuk jenjang doktoral (S3).
Pihak Tohoku University menyambut terbuka inisiatif ini dengan memfokuskan pemetaan kurikulum antar-fakultas terkait.
Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.