UAD Yogyakarta mewisuda 1.282 lulusan

Sabtu, 1 Agustus 2026 23:26 WIB

Image Print

Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta Prof Dr Muchlas MT. (ANTARA/HO-Humas UAD)

Yogyakarta (ANTARA) - Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mewisuda sebanyak 1.282 lulusan dalam Sidang Terbuka Senat dengan agenda Wisuda Sarjana Terapan, Sarjana, Magister, dan Doktor Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu.

Sebanyak 1.282 lulusan itu terdiri atas 1.200 lulusan program sarjana, satu lulusan program sarjana terapan, dan 81 lulusan program magister. Dari jumlah tersebut, sebanyak 958 lulusan meraih predikat cumlaude, terdiri atas 915 lulusan program sarjana dan 43 lulusan program magister.

Rektor UAD Prof Dr Muchlas MT mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan atas keberhasilan menyelesaikan studi. Gelar akademik adalah awal dari proses belajar sepanjang hayat.

"Teruslah memberi manfaat, menjaga nama baik almamater, serta mengamalkan nilai inovatif, profesional, dan dedikatif dalam setiap pengabdian," kata Muchlas.

Menurut dia, pencapaian para lulusan berjalan seiring dengan meningkatnya prestasi UAD di bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi. Sepanjang 2026, UAD tercatat sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia dalam pendanaan penelitian multiyears.

UAD juga menempati peringkat kedua perguruan tinggi swasta nasional untuk kategori Research Quality versi Times Higher Education (THE) World University Rankings 2026. UAD juga berada di peringkat keenam nasional pada indikator Research Quality dan mempertahankan berbagai akreditasi unggul melalui Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).

Selain itu, sebanyak 95 proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat UAD juga berhasil memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Muchlas mengatakan bahwa dunia kerja membutuhkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memiliki karakter yang kuat. Otomasi dan digitalisasi telah mengubah banyak hal, tetapi nilai kemanusiaan, akhlak, integritas, dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan tidak akan bisa digantikan oleh teknologi.

"Oleh karena itu, seluruh lulusan UAD harus terus meningkatkan kompetensi, menjunjung tinggi nilai-nilai Islam berkemajuan, serta menjadikan gelar akademik sebagai awal untuk terus belajar, berinovasi, dan mengabdi kepada masyarakat. Jadilah lulusan UAD yang mampu memadukan pengetahuan dengan nilai-nilai Islam berkemajuan," tutur Muchlas.

Pewarta : SP
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026