Ankara (ANTARA) - Turkiye tidak akan mengizinkan kapal perang melintasi selat-selatnya, meskipun ada laporan media soal tekanan dari negara-negara NATO yang berupaya memperluas akses kapal militer ke Laut Hitam, kata seorang sumber di Pemerintah Turki kepada RIA Novosti.
Awal Agustus lalu, surat kabar Turkiye melaporkan Ankara mendapat tekanan dari sejumlah negara anggota Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk mewujudkan pelintasan kapal perang yang lebih bebas melalui Selat Bosphorus dan Selat Dardanelles di tengah ketegangan yang sedang berlangsung di Laut Hitam.
Isu terkait akses kapal militer kini semakin mendesak akibat situasi seputar konflik di Ukraina dan risiko yang mengancam pelayaran, demikian dilaporkan surat kabar tersebut.
"Kapal perang tidak diizinkan melintasi selat-selat Turkiye. Ankara secara cermat memantau kepatuhan terhadap Konvensi Montreux dan tidak memperbolehkan adanya upaya untuk menghindarinya. Turkiye terus mematuhi secara ketat kewajiban internasional yang mengatur pelintasan kapal militer melalui selat-selat tersebut," kata sumber tersebut.
Konvensi Montreux adalah perjanjian internasional tahun 1936 yang memberi Turkiye hak kendali penuh untuk mengatur lalu lintas maritim, kapal dagang, dan kapal perang melewati Selat Dardanella dan Selat Bosphorus, yang menghubungkan Laut Hitam dan Laut Mediterania.
Perjanjian tersebut mengamanatkan Turkiye memiliki hak dan kewenangan untuk membuka dan menutup akses pelayaran bagi kapal-kapal yang melintasi wilayah Selat Bosphorus.
Sementara itu, Selat Dardanella dan Selat Bosphorus adalah dua jalur perairan sempit di Turkiye yang memisahkan daratan Eropa dan Asia.
Kedua selat itu saling terhubung melalui Laut Marmara dan membentuk satu sistem jalur laut vital bernama Selat Turkiye hingga menghubungkan Laut Hitam dengan Laut Mediterania.
Selat Bosphorus terletak di bagian utara, menghubungkan Laut Hitam dan Laut Marmara, serta membelah kota Istanbul (dulu disebut Konstantinopel dan Bizantium sebelum nama Istanbul secara resmi digunakan pada tahun 1930).
Selat Dardanella terletak di bagian selatan yang menghubungkan Laut Marmara dan Laut Aegea/Mediterania.
Selat Bosphorus dan Selat Dardanella mengapit Laut Marmara di bagian tengah.
Kapal yang berlayar dari Laut Hitam harus melewati Selat Bosphorus, kemudian melintasi Laut Marmara dan Selat Dardanella untuk sampai ke Laut Mediterania.
Kedua selat itu dikendalikan oleh kedaulatan Turkiye dan menjadi jalur logistik serta militer internasional yang sangat penting, terutama bagi akses kapal dari negara-negara di sekitar Laut Hitam menuju lautan bebas.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Turkiye tegaskan larang kapal perang lewat Dardanella dan Bosphorus
Pewarta: Primayanti
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.