Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat, sekaligus Ketua Partai Republik AS, Donald Trump dikabarkan lebih memilih Wakil Presiden James David Vance daripada Menteri Luar Negeri Marco Rubio sebagai calon ketua Partai Republik pada Pemilu 2028.

"JD (James David) adalah orang kita, kita harus membantu JD," kata seorang sumber seperti dikutip media MS NOW pada Jumat.

Menurut laporan tersebut, Trump hingga kini memandang baik Vance maupun Rubio sebagai calon potensial untuk pencalonan ketua Partai Republik. Namun, dukungan Trump untuk Rubio dilaporkan mereda dalam beberapa pekan terakhir.

Perhatian Trump tertuju pada cara Vance mempertahankan pendekatannya sendiri di tengah lingkungan politik yang menantang sambil terus mendorong agenda pemerintahan, tambah laporan tersebut.

Namun demikian, Trump dikenal sering mengubah pandangannya terhadap orang-orang, demikian disebutkan dalam laporan tersebut.

Pada awal Juli, Associated Press, yang mengutip para pembantu Rubio, melaporkan bahwa menteri luar negeri itu siap mundur dari pencalonan ketua partai jika Vance memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai calon ketua Partai Republik pada Pemilu 2028.

Partai Republik harus memilih calon presiden sebelum pemilihan umum pada November 2028; karena menurut Amendemen ke-22 Konstitusi AS, Trump hanya boleh menjabat sebagai presiden selama dua periode.

Di antara calon-calon potensial, Trump pernah menyebut nama-nama anggota kabinetnya, termasuk Vance, Rubio, Menteri Keuangan Scott Bessent, dan mantan menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem.

Sumber: Sputnik

Baca juga: Rubio: Konflik Iran tak berdampak signifikan pada pemilu sela AS

Baca juga: Rusia dan Kuwait bahas penyelesaian damai di Teluk Persia

Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.