Bagikan:
JAKARTA - Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghukum secara militer besar-besaran kepada Iran dan sekutunya Houthi. Trump berang pejuang Yaman menyerang dua kapal tanker minyak Saudi di Laut Merah yang menambah tensi ketegangan di Timur Tengah.
Mengutip Reuters, ketegangan itu memunculkan kekhawatiran akan meluasnya blokade jalur laut selain Selat Hormuz menjadikan parahnya lonjakan harga minyak dunia dalam salah satu kenaikan paling tajam selama perang.
Minyak mentah Brent telah naik lebih dari 6 persen, menembus angka USD100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei 2026.
Sekitar dua minggu setelah gencatan senjata sementara antara Iran-AS runtuh, militer AS melancarkan serangan udara putaran lain terhadap Iran pada Kamis malam, mendorong Iran untuk membalasnya dengan menghancurkan pangkalan militer AS di wilayah negara-negara Arab.
Media pemerintah Iran mengatakan sebuah rudal menghantam Pulau Qeshm di Selat Hormuz pada Kamis malam, meningkatkan kemungkinan serangan lebih lanjut dalam konflik yang telah berlangsung selama lima bulan dan telah menewaskan ribuan orang serta menimbulkan kekhawatiran akan kemerosotan ekonomi global.
Kelompok Houthi kemudian mengaku bertanggungjawab telah menyerang dua kapal tanker. Tak perlu waktu lama, Trump mengatakan dia akan meminta pertanggungjawaban Iran atas serangan lebih lanjut oleh para pejuang Yaman tersebut.
Houthi, yang menguasai Yaman utara dan barat, mengatakan minggu ini mereka memberlakukan blokade laut terhadap Arab Saudi, yang telah mengalihkan jutaan barel minyak per hari melalui pipa ke Laut Merah untuk menghindari blokade Iran terhadap minyak Teluk melalui Selat Hormuz.
“Jika mereka melakukan ini lagi, AS akan meminta pertanggungjawaban Iran, karena Houthi adalah boneka dan/atau proksi Iran, dan hukuman militer besar akan dijatuhkan kepada Iran dan, tentu saja, kepada Houthi sendiri,” tulis Trump di Truth Social.
Trump mengatakan kepada media Axios bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk meluncurkan kembali operasi tempur besar-besaran di Iran. “Mereka belum menerima cukup penderitaan,” kata Trump seperti dikutip Axios.
BACA JUGA:
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+