Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:08 WIB

Jakarta, VIVA – Pandemi Covid-19 mengubah cara banyak perusahaan menjalankan aktivitas kerja. Ketika pembatasan mobilitas membuat sebagian pekerja harus menyelesaikan pekerjaan dari rumah, pola kerja yang sebelumnya berpusat di kantor mulai bergeser dan memperkenalkan cara kerja yang lebih fleksibel.

Baca Juga

Perubahan tersebut tidak sepenuhnya kembali seperti sebelum pandemi, di mana aktivitas perkantoran berjalan normal. Sebagian perusahaan dan pekerja kini sudah terbiasa dengan pola kerja yang menggabungkan aktivitas di kantor dan dari lokasi lain. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perubahan cara bekerja ini turut memengaruhi bagaimana perusahaan melihat fungsi dan desain ruang kerja. Hal tersebut dipaparkan Design Director Studio Yruna Fayruzka Juanita. 

Baca Juga

Ia mengatakan, desain ruang kerja kini perlu menyesuaikan pola kerja, budaya, serta kebutuhan organisasi. Menurut dia, kantor tidak semestinya hanya menjadi tempat menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga perlu mendukung pekerja untuk berkembang dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

“Perusahaan hanya melihat kantor itu sebagai tempat orang kerja saja, bukan tempat di mana mereka bisa berkembang, mereka punya potensi apa yang bisa didorong, dan fasilitas apa yang bisa mendorong itu,” ujarnya dalam konferensi pers DFL Conference 2026 di Jakarta, Kamis (8/10/2026). 

Baca Juga

Menurut Fayruzka, perusahaan perlu memahami tujuan bisnis, arah organisasi, pola kerja, dan budaya yang ingin dibangun sebelum menentukan konsep ruang kerja. Pemahaman tersebut diperlukan agar fasilitas fisik yang tersedia dapat disesuaikan dengan kebutuhan pekerja dan karakter organisasi dalam jangka panjang.

Ia mengungkapkan, ketidaksesuaian antara budaya yang ingin dibangun perusahaan dan fasilitas di tempat kerja, dapat berdampak terhadap pembentukan budaya perusahaan serta produktivitas pekerja.

Karena itu, ruang kerja perlu dirancang fleksibel untuk mengakomodasi berbagai aktivitas. Kebutuhan tersebut mencakup ruang untuk kolaborasi, pertemuan kelompok kecil, hingga pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi dan privasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perencanaan ruang kerja juga perlu mempertimbangkan perkembangan organisasi dalam lima hingga 10 tahun mendatang. Perusahaan perlu memperhitungkan kemungkinan perubahan jumlah pekerja maupun pola kerja agar fasilitas yang dibangun tidak hanya sesuai untuk kebutuhan saat ini.

“Jadi ketika ada perubahan, tidak perlu melakukan investasi besar lagi karena ruangnya sudah bisa beradaptasi,” katanya.

Halaman Selanjutnya

Sementara itu, President Director Vivere William Simiadi mengatakan, perubahan kebutuhan perusahaan, pekerja, dan organisasi membuat pengembangan ruang kerja membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.