Selular.ID – Nothing mencatatkan diri sebagai merek smartphone dengan pertumbuhan tercepat di India pada kuartal II 2026 (April–Juni), berdasarkan laporan Counterpoint Research Monthly India Smartphone Tracker.

Di tengah penurunan pasar smartphone India sebesar 10% secara tahunan (year-on-year/YoY), Nothing justru membukukan pertumbuhan pengiriman (shipment) hingga 105% YoY, didorong tingginya permintaan terhadap seri Nothing Phone (4a) serta peningkatan eksposur merek melalui sponsor utama tim kriket Royal Challengers Bengaluru (RCB) di ajang Indian Premier League (IPL).

Laporan Counterpoint Research menunjukkan kondisi pasar smartphone India pada kuartal II 2026 cukup menantang.

Kenaikan harga komponen memori, terutama DRAM dan NAND, membuat banyak produsen menaikkan harga perangkat di berbagai segmen.

Dampaknya, permintaan konsumen melemah dan pengiriman smartphone mengalami penurunan terbesar untuk periode kuartal kedua dalam enam tahun terakhir.

Meski pasar menyusut, Nothing berhasil mempertahankan tren ekspansi yang telah berlangsung selama beberapa kuartal terakhir.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Counterpoint menyebut keberhasilan tersebut berasal dari kombinasi strategi produk dan pemasaran.

Seri Nothing Phone (4a) dan Phone (4a) Pro memperoleh respons positif dari konsumen, sementara kerja sama sponsorship dengan RCB selama musim IPL meningkatkan visibilitas merek di salah satu ajang olahraga paling populer di India.

Keberhasilan Nothing menjadi sorotan karena terjadi saat sebagian besar vendor menghadapi tekanan akibat naiknya harga jual perangkat.

Counterpoint menjelaskan bahwa segmen smartphone di bawah INR20.000 menjadi kategori yang paling terdampak, sehingga sejumlah merek yang memiliki portofolio besar di kelas tersebut mengalami perlambatan pengiriman.

Di sisi lain, vivo (di luar iQOO) masih mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar smartphone India dengan pangsa pasar sekitar 18%.

Samsung menjadi satu-satunya produsen dalam kelompok lima besar yang masih mencatatkan pertumbuhan pengiriman sebesar 2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Xiaomi, realme, dan beberapa merek lain mengalami tekanan akibat kenaikan harga pada sejumlah model andalannya.

Counterpoint juga mencatat perubahan dinamika persaingan di pasar India. Pangsa merek-merek asal China mencapai titik terendah untuk kuartal kedua sejak 2020.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya harga perangkat, perubahan strategi produk, serta melemahnya permintaan pada segmen harga terjangkau yang selama ini menjadi kekuatan utama banyak vendor.

Selain Nothing, Google Pixel turut menjadi salah satu merek dengan performa menonjol.

Di segmen ultra-premium dengan harga di atas INR45.000, Google Pixel mencatat pertumbuhan pengiriman sebesar 68% secara tahunan.

Counterpoint mengaitkan capaian tersebut dengan strategi pemasaran yang lebih agresif, perluasan jaringan penjualan offline, serta keputusan Google untuk tidak menaikkan harga produknya ketika banyak kompetitor melakukan penyesuaian harga.

Sementara itu, Apple mencatat penurunan pengiriman sebesar 3% YoY dengan pangsa pasar sekitar 7%.

Counterpoint menjelaskan bahwa permintaan terhadap seri iPhone 17 tetap kuat, tetapi pertumbuhan pengiriman tertahan oleh keterbatasan pasokan dan ketersediaan stok di saluran distribusi online maupun offline.

Dari sisi teknologi, MediaTek tetap menjadi pemasok chipset smartphone terbesar di India dengan pangsa pengiriman sekitar 49%.

Laporan yang sama juga menunjukkan bahwa lebih dari separuh penjualan smartphone melalui jaringan ritel utama kini memanfaatkan skema pembiayaan, seperti cicilan melalui lembaga pembiayaan nonbank (NBFC) maupun kartu kredit dan debit.

Fenomena ini mencerminkan semakin besarnya peran layanan pembiayaan dalam menjaga daya beli konsumen ketika harga smartphone terus meningkat.

Top 5 Brand Smartphone di India pada kuartal II 2026 menurut Counterpoint Research:

Bagi Nothing, pencapaian pada kuartal II 2026 memperkuat posisinya sebagai salah satu merek dengan pertumbuhan paling konsisten di India dalam beberapa tahun terakhir.

India sendiri menjadi pasar strategis bagi perusahaan asal Inggris tersebut, baik sebagai basis penjualan maupun manufaktur.

Strategi menghadirkan desain produk yang berbeda, memperluas distribusi, serta meningkatkan aktivitas pemasaran menjadi bagian dari upaya perusahaan memperbesar pangsa pasarnya di salah satu pasar smartphone terbesar di dunia.

Counterpoint memperkirakan tekanan terhadap pasar smartphone India masih akan berlanjut selama biaya komponen tetap tinggi dan daya beli konsumen belum sepenuhnya pulih.

Dalam kondisi tersebut, produsen yang mampu menjaga keseimbangan antara inovasi produk, harga, dan distribusi diperkirakan memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan pertumbuhan di tengah perlambatan pasar.

Baca Juga: Nothing Kembangkan Fitur Essential AI, Ini yang Diunggulkan