Yang tidak kalah penting adalah memastikan bahwa dukungan terhadap program ketahanan pangan tidak mengurangi fokus TNI terhadap tugas pokoknya sebagai alat pertahanan negara

Jakarta (ANTARA) - Analis dan pemerhati pertahanan dari Lembaga Kajian Pertahanan Strategis (Keris), Hanif Rahadian menilai TNI harus tetap fokus pada tugas utama yakni memperkuat pertahanan negara di tengah keterlibatannya dalam mengurus ketahanan pangan.

"Yang tidak kalah penting adalah memastikan bahwa dukungan terhadap program ketahanan pangan tidak mengurangi fokus TNI terhadap tugas pokoknya sebagai alat pertahanan negara," kata Hanif saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.

Menurut Hanif, di tengah ancaman pertahanan negara yang semakin kompleks, TNI tetap perlu memperhatikan langkah-langkah strategis untuk memperkuat pertahanan negara.

Baca juga: Pengamat nilai TNI layak dilibatkan dalam program ketahanan pangan

Langkah-langkah itu, lanjut Hanif, seperti peningkatan profesionalisme prajurit, pembinaan kekuatan, modernisasi alutsista, latihan, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai bentuk ancaman, baik ancaman yang bersifat konvensional maupun ancaman yang sifatnya hibrida.

Di sisi lain, Hanif juga memandang ketahanan pangan turut menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan negara. Karenanya, Hanif menilai pentingnya dibangun kolaborasi antara TNI dan institusi sipil terkait agar dapat saling membantu dalam mengurus ketahanan pangan.

Dengan kolaborasi itu, TNI dapat fokus ke beberapa lini saja dalam program ketahanan pangan seperti distribusi, penguatan logistik dan sebagainya. Dengan demikian beban kerja TNI tidak terlalu berat sehingga memungkinkan untuk fokus ke ketahanan pangan dan penguatan pertahanan negara.

"Pada akhirnya, keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya diukur dari besarnya keterlibatan suatu institusi, tetapi dari seberapa baik kolaborasi antar pemangku kepentingan dapat berjalan. Dengan pembagian peran yang jelas, koordinasi yang kuat, serta tetap menempatkan TNI pada fungsi strategisnya dalam mendukung ketahanan nasional," katanya menjelaskan.

Presiden Prabowo Subianto saat berpidato dalam acara panen raya bersama TNI di Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7), menyatakan ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian.

Baca juga: TNI soal dilibatkan mengurus pajak: Belum ada pembahasan

Alasannya, Prabowo menjelaskan ketahanan pangan menyangkut hajat hidup seluruh rakyat sehingga untuk mewujudkannya pun harus dilakukan melalui gerakan nasional.

"Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya panen raya TNI terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa," kata Presiden Prabowo di hadapan para pejabat negara, perwakilan petani, dan perwakilan asosiasi pengusaha pertanian di Lanud Abdulrachman Saleh, Jumat (17/7).

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo mengingat kembali momen panen raya jagung yang digerakkan oleh Polri 2 bulan lalu. Kemudian, pada Jumat, tiga matra TNI, yaitu TNI Angkatan Darat dengan lahan binaan padi, TNI Angkatan Laut dengan lahan binaan kedelai, dan TNI Angkatan Udara yang mendampingi para petani tebu, juga menggelar panen raya serentak di 43 lokasi, yang merupakan markas-markas dan lahan-lahan binaan tiga matra TNI.

"Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tetapi TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat," ujar Presiden.

Baca juga: TNI AL perkuat kerja sama pertahanan dengan Angkatan Laut Pakistan

Pewarta: Walda Marison
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.