Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:00 WIB
Jakarta, VIVA – Prajurit Koops TNI Habema berhasil mengevakuasi satu dari tiga korban penembakan yang diduga dilakukan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Kopitua Heluka di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Baca Juga
Korban yang berhasil dievakuasi adalah Teina Alya, warga asal Una Ukam, yang sebelumnya dilaporkan menjadi salah satu korban tewas dalam aksi penembakan di Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, pada Senin, 20 Juli 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letnan Kolonel Infanteri M. Wirya Arthadiguna mengatakan proses evakuasi dilakukan setelah pihak TNI menerima permintaan langsung dari keluarga korban.
Baca Juga
"Perlu kami sampaikan bahwa korban atas nama Teina Alya, asal Una Ukam, merupakan warga sipil yang menjadi bagian dari salah satu dari tiga korban penembakan oleh kelompok OPM Kodap XVI/Yahukimo,” kata Wirya dalam keterangannya, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Menurut dia, permintaan evakuasi disampaikan oleh Kepala Suku Una Ukam sekaligus Kepala Distrik Bomale, Bison Male, agar jenazah korban dapat segera dimakamkan oleh pihak keluarga.
Baca Juga
“Bapak Bison Male mewakili keluarga Almarhumah Teina Alya, yang berisi permohonan bantuan evakuasi kepada pihak TNI melalui Kodim Yahukimo karena akan segera dimakamkan oleh pihak keluarga,” ujarnya.
Tim TNI kemudian melakukan penyisiran di kawasan longsoran Kali Kolof hingga akhirnya menemukan jenazah korban di dasar jurang.
Wirya mengungkapkan, lokasi ditemukannya jenazah berada sekitar 100 meter dari titik penembakan dengan kedalaman sekitar 50 meter. Kondisi tersebut, kata dia, mengindikasikan adanya dugaan upaya menghilangkan jejak korban.
“Hal mengindikasikan adanya upaya untuk menghilangkan jenazah yang dilakukan oleh kelompok OPM. Medan yang dihadapi bukanlah medan yang mudah. Lokasi jenazah berada di dasar longsoran dengan tebing yang curam, sehingga hanya dapat dijangkau menggunakan teknik vertical rescue atau rappelling,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebelum proses evakuasi dilakukan, personel TNI terlebih dahulu mengamankan titik-titik strategis di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
“Sebelum proses evakuasi dilakukan, personel terlebih dahulu menguasai titik-titik ketinggian di sekitar lokasi untuk memastikan situasi benar-benar aman dari potensi gangguan,” katanya.
Halaman Selanjutnya
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah dibawa ke RSUD Dekai sebelum diserahkan kepada keluarga, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh gereja, dan kepala suku untuk dimakamkan sesuai adat dan keyakinan keluarga.