Timika (ANTARA) - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika berhasil menemukan dan melakukan evakuasi delapan korban tenggelamnya kapal LCT Cahaya Permata Hati di Perairan Puriri, Kabupaten Mimika, Papua Tengah dalam keadaan selamat.  

Kepala Kantor SAR Timika I Wayan Suyatna dalam keterangan yang diterima di Timika, Selasa mengatakan delapan korban tersebut berhasil dievakuasi dengan selamat oleh Tim SAR Gabungan menggunakan Kapal LCT Tri Anugerah Maritim 605 ke Pelabuhan Rakyat Pomako Timika pada Selasa (29/9) dini hari. 

"Delapan korban ditemukan Senin (28/9) malam sekitar pukul 23.00 WIT di atas kapal LCT Cahaya Permata Hati yang telah tenggelam 80 persen di Perairan Puriri. Posisi delapan korban saat ditemukan berada di atas anjungan dengan telah memakai jaket pelampung (life jaket),"ujarnya.

Delapan korban langsung dievakuasi ke atas kapal LCT Tri Anugerah Maritim 605 dan langsung dibawa ke Pelabuhan Rakyat Pomako Timika untuk selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga.

Dengan ditemukan dan selesainya proses evakuasi korban maka operasi SAR diusulkan ditutup. 

Kapal LCT Cahaya Permata Hati berpenumpang delapan orang dilaporkan mengalami kebocoran dan tenggelam di Perairan Puriri, Kabupaten Mimika. 

Kapal bermuatan pasir tersebut bertolak dari Pelabuhan Rakyat Pomako pada Senin (28/9) pagi dengan tujuan Pelabuhan Asmat,Papua Selatan namun saat dalam perjalanan tepatnya di sekitar Perairan Puriri, Kabupaten Mimika kapal tersebut mengalami kebocoran dan tenggelam. 

Menerima laporan tersebut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika melalui Kepala Subseksi Operasi dan Siaga SAR Timika Charles Y Batlajery langsung memberangkatkan tim SAR gabungan menggunakan LCT Tri Anugerah Maritim 605 dan RBB Basarnas menuju lokasi kejadian untuk melakukan pertolongan. 

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: SAR Timika: 8 korban kapal LCT di Puriri ditemukan selamat

Pewarta: Marselinus Nara
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.