Sumedang (ANTARA) - Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (Unpad) menyerahkan alat pengolahan air bersih kepada enam kampung di kawasan Bomberay-Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, untuk meningkatkan kualitas air yang digunakan masyarakat.

Ketua Ekspedisi Patriot Unpad Dr. Eddy Renaldi dalam keterangan di Sumedang, Jawa Barat, Selasa mengatakan alat tersebut dihadirkan untuk mengatasi persoalan kualitas air sumur yang sebelumnya dilaporkan berwarna kuning, berbau, dan memiliki tingkat keasaman tinggi.

“Dengan adanya water treatment ini, kualitas air dapat meningkat sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat karena dapat mengatasi persoalan kualitas air sumur di wilayah tersebut,” katanya.

Baca juga: Mentrans lepas Tim Ekspedisi Patriot Unpad ke lokasi transmigrasi

Berdasarkan hasil pengukuran yang disampaikan tim, tingkat keasaman air di sejumlah titik sebelumnya berada pada kisaran pH 4 hingga 5, sedangkan setelah melalui pengolahan mencapai pH 6,5 hingga 7.

Kondisi tersebut membuat masyarakat setempat mengandalkan air hujan atau mengendapkan air secara manual sebelum digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, terutama saat kawasan Bomberay-Tomage mengalami kekeringan berkepanjangan.

Kehadiran alat pengolahan air itu melengkapi pembangunan sumur bor yang dilakukan TNI di kawasan tersebut, sehingga air dari sumber yang telah tersedia dapat diolah sebelum dimanfaatkan masyarakat.

Baca juga: TEP ITB dampingi warga transmigrasi Paser olah singkong menjadi mocaf

Sementara itu, Direktur Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Inovasi Unpad Prof. Nur Atik mengatakan program yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut harus memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat penerima.

“Program ini berasal dari APBN, sehingga hasilnya harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami ingin program ini dapat berlanjut dan berjangka panjang, bukan hanya sekadar program hit and run,” ujarnya.

Untuk menjaga keberlanjutan fasilitas, Tim Ekspedisi Patriot Unpad menyiapkan pendampingan berupa pelatihan pengoperasian dan perawatan alat serta pengelolaan keuangan operasional agar masyarakat dapat mengelolanya secara mandiri.

Kegiatan penyerahan dan sosialisasi pada 25-26 Oktober tersebut turut dihadiri Komandan Kodim 1803/Fakfak Letkol Inf. Wahlin Rahman dan Kepala Dinas Transmigrasi Lud Masrur Kamudi sebagai bagian dari kolaborasi perguruan tinggi, TNI, dan pemerintah daerah dalam mendukung akses air bersih di kawasan tersebut.

Baca juga: TEP Unair kembangkan format keuangan digital untuk BUMDes di Prafi

Baca juga: TEP UI kembangkan kartu digital ILP berbasis hibrida di Wondama

Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.