Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 130 siswa sekolah dasar di kawasan transmigrasi Werianggi-Werabur, Papua Barat, mendapatkan layanan pemeriksaan dan perawatan kesehatan gigi gratis melalui kegiatan Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia.
Dokter Benso dari Tim Patriot UI mengatakan penguatan kebiasaan menggunakan sikat gigi perlu terus dilakukan dengan tetap mempertimbangkan budaya masyarakat setempat.
"Penggunaan sikat gigi perlu digiatkan. Kami berencana mengangkat program pembuatan sikat gigi dengan bulu sikat dari kulit buah pinang untuk mengakomodasi budaya setempat," kata dia dalam keterangan diterima di Jakarta, Minggu.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Tim 12 dan Tim 14 Ekspedisi Patriot UI yang bertujuan meningkatkan kesehatan gigi dan mulut sekaligus mendukung literasi anak-anak sekolah dasar.
Program dilaksanakan di SD Negeri Werianggi (Sekolah Trans) dan SD YPK, dengan melibatkan Puskesmas Werianggi serta RS Pratama Nikiwar.
Salah satu penerima layanan adalah William, 8 tahun, anak dari kawasan transmigrasi Werianggi-Werabur. Setelah mendapatkan layanan pencabutan gigi, William mengungkapkan komitmennya untuk menjaga kesehatan gigi.
"Sa janji saya rajin sikat gigi!" ujar William.
Kegiatan diawali dengan pemetaan kondisi dan wawancara mendalam dengan guru, siswa serta masyarakat.
Tim juga meninjau fasilitas dan sarana prasarana yang berkaitan dengan akses dan utilitas layanan di wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil pemetaan, Tim Ekspedisi Patriot UI kemudian memberikan rangkaian kegiatan promotif dan preventif, mulai dari penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, sikat gigi bersama, pengukuran tinggi, dan berat badan hingga pemeriksaan kesehatan umum serta pemeriksaan gigi dan mulut oleh dokter, perawat, dan tim kesehatan Ekspedisi Patriot UI.
Bagi siswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, layanan dilanjutkan melalui pengobatan gratis di RS Pratama Nikiwar.
Layanan tersebut mencakup penambalan gigi, pencabutan gigi, dan pembersihan karang gigi dengan dukungan tenaga kesehatan setempat.
Perawat gigi RS Pratama Nikiwar, Vanka, mengapresiasi keterlibatan Tim Ekspedisi Patriot UI dalam memberikan layanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat.
"Kami bersyukur sekali bahwa dokter Benso dan tim Patriot UI turun langsung ke warga, menyentuh masyarakat, dan membantu meringankan tugas kami," ujar Vanka.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kasus yang paling banyak ditemukan adalah gigi berlubang dan penyakit gusi yang berkaitan dengan karang gigi.
Tim juga menemukan kebiasaan menginang yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan gigi dan mulut, di antaranya menyebabkan gigi lebih berkarang dan mengalami perubahan warna.
Kegiatan itu menjadi bagian dari pelaksanaan Ekspedisi Patriot UI di bawah Kementerian Transmigrasi (Kementrans) melalui Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS) UI.
Program tersebut memperkuat upaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya di wilayah yang membutuhkan dukungan akses layanan.
Melalui program Ekspedisi Patriot, UI bersama Kementrans berkomitmen mendorong layanan kesehatan yang adil dan merata melalui kerja nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat dan Indonesia.
Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.