Pangkalpinang (ANTARA) - Tim Dosen Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel) memberi pemberdayaan siswa di Pulau Nangka, Desa Tanjung Pura Kabupaten Bangka Tengah dengan tujuh kali pertemuan, guna meningkatkan keterampilan dan pemahaman Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan UMKM yang dimulai sejak 20 Agustus hingga 29 September 2026.  

Tim Dosen Unmuh Babel yang menginisiasi pemberdayaan ini adalah Hendi Hendra Bayu sebagai Ketua tim, Sonia Awalokita dan Zakia Ayu Lestari sebagai anggota tim serta dibantu oleh tiga mahasiswi Unmuh Babel. 

"Aktivitas wisata selama ini lebih banyak berorientasi pada kunjungan ke kawasan pantai, sedangkan proses pembuatan dodol dan cerita yang melekat pada produk lokal belum banyak dikembangkan sebagai bagian dari aktivitas wisata," kata Zakia Ayu Lestari di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan program ini berawal dari kondisi bahwa Pulau Nangka memiliki potensi wisata bahari sekaligus produk pangan lokal yang cukup kuat, salah satunya Dodol Pulau Nangka. 

"Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan penerapan teknologi dilakukan sebagai bagian dari program pemberdayaan," ujarnya.

Melalui kegiatan ini para UMKM mendapatkan mesin peras santan yang telah dibeli, diserahkan dan digunakan oleh kelompok. Dan nantinya pemanfaatan alat akan terus dipantau melalui pencatatan produksi, waktu kerja, bahan baku, dan hasil penjualan.

"Selain itu penguatan UMKM juga dilakukan melalui pelatihan Good Manufacturing Practices (GMP), higiene, dan sanitasi," ujarnya.

Ketua Tim kegiatan, Hendi Hendra Bayu menambahkan, kegiatan tersebut memberikan tambahan pemahaman kepada kelompok mengenai pentingnya menjaga proses produksi agar lebih bersih, tertata, dan memenuhi prinsip pengolahan pangan yang baik. 

"Dari sisi administrasi usaha, NIB telah diterbitkan, PIRT telah diproses, dan SOP telah dibuat sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola usaha," ujarnya. 

Sementara itu penguatan dilakukan pula kepada Pokdarwis Pulau Nangka yang memiliki peran langsung dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan, meski pada kondisi awal anggota Pokdarwis masih mengalami kesulitan dalam menyampaikan informasi wisata secara terstruktur. 

"Kemampuan storytelling, public speaking, dan teknik pemanduan juga belum sepenuhnya diterapkan dalam aktivitas wisata," ujarnya.

Ada juga pelatihan interpretasi pemandu wisata gastronomi Pulau Nangka yang diikuti oleh 15 anggota Pokdarwis dengan materi teknik pemanduan, storytelling, public speaking, serta interpretasi potensi gastronomi lokal. 

"Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengikuti diskusi, praktik, dan simulasi agar kemampuan yang diperoleh dapat langsung diterapkan," ujarnya.

Penguatan pada UMKM dan Pokdarwis selanjutnya diarahkan pada satu tujuan yang saling berkaitan yakni mengembangkan produk lokal menjadi bagian dari pengalaman wisata yang dikembangkan melalui konsep paket wisata Edu-Gastronomy “Jelajah Rasa Pulau Nangka”. 

Paket ini dirancang untuk menghubungkan wisatawan dengan produk dodol Pulau Nangka melalui kegiatan seperti storytelling, pengenalan produk, pengalaman gastronomi, dan pembelian produk lokal.

"Pulau Nangka tidak hanya memiliki pantai untuk dikunjungi. Dan di balik produk lokal dan aktivitas masyarakatnya terdapat cerita yang dapat dirangkai menjadi pengalaman wisata," tutupnya.

Pewarta: Elza Elvia
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.