Tim ahli Universitas Tadulako mulai petakan lokasi semburan air bergas di Palolo Sigi
Senin, 10 Agustus 2026 16:57 WIB
Ilustrasi - Kepala Desa dan Camat setempat melakukan pemeriksaan lokasi ditemukannya air mengandung gas dan mudah terbakar di Desa Sarumana, Kecantikan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. ANTARA/HO-Camat Palolo
Kabupaten Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) menyebutkan tim ahli dari Universitas Tadulako (Untad) sudah mulai melakukan pemetaan wilayah tempat ditemukannya semburan air mengandung gas dan mudah terbakar di Kecamatan Palolo.
Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi di Bora, Senin, mengatakan tim ahli sudah mengunjungi dan mulai memetakan terkait apa yang segera mereka lakukan pada kawasan tersebut.
"Tentunya proses penelitian semburan air bergas di Desa Sarumana dan Desa Petimbe ini membutuhkan waktu sehingga pemerintah daerah belum bisa mengambil keputusan sebelum adanya hasil penelitian itu," katanya.
Ia mengemukakan agar tim ahli dari perguruan tinggi dapat bekerja melakukan penelitian dengan cepat dan tepat.
"Jadi kami masih tunggu dulu hasil kajian, baru nanti tentu ada tindakan-tindakan selanjutnya," ucapnya.
Menurut dia, pihaknya belum bisa menilai apakah semburan air bergas itu berbahaya atau tidak.
"Pemerintah daerah juga tidak bisa memastikan, karena tim dari akademisi itu perlu mengkaji dan membawa contoh air ke laboratorium," sebutnya.
Ia menuturkan tidak bisa melakukan intervensi kepada tim ahli untuk segera menyelesaikan pengkajian air bergas di Palolo.
"Salah satu bentuk kesyukuran pemerintah daerah dengan dibantunya dalam penelitian air mengandung gas di Kabupaten Sigi, karena memang harus benar-benar dikaji," kata dia.
Samuel menjelaskan pentingnya ketepatan dan akurasi kajian serta waktu untuk bisa menjawab hasil penelitian air mengandung gas di Sigi.
"Apapun hasilnya nanti mereka akan menyampaikan kepada Pemkab Sigi hasil penelitian tersebut," ujarnya
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mendekati dan menghindari lokasi yang sudah dipasangi garis polisi tersebut.
"Kepada masyarakat kami minta tidak mendekat ke lokasi demi keamanan bersama," pungkas Samuel.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026