Singaraja, Bali (ANTARA) - Tiga siswa Madyama Widyalaya Jnana Dharma Sastra, Desa Umejero, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng meraih juara dalam Lomba Dharma Wacana tingkat Provinsi Bali sebagai upaya penyebaran pemahaman nilai-nilai agama.

"Siswa kami memborong juara peringkat satu, dua dan tiga sekaligus jenjang SMP. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi sekolah sekaligus menunjukkan kemampuan peserta didik dalam mengembangkan keterampilan berbicara di depan publik," kata Kepala Madyama Widyalaya Jnana Dharma Sastra Putu Endrik Kusuma Yuda saat diwawancari pada kegiatan Lomba Dharma Wacana serangkaian Dharma Duta Week Fakultas Dharma Duta Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan di Kota Singaraja, Jumat.

Diketahui, Lomba Dharma Wacana adalah kompetisi menyampaikan pidato atau ceramah keagamaan mengenai ajaran, pengetahuan, dan nilai-nilai agama Hindu.

Sebanyak tiga orang siswa yang meraih prestasi yakni juara pertama diraih Komang Rastini, juara kedua diraih Komang Rismayani dan juara tiga diraih Dewa Ayu Widya Swari.

Dalam perlombaan tersebut, siswa mampu menyampaikan Dharma Wacana secara runtut, komunikatif, dan kontekstual.

Materi yang disampaikan tidak hanya menunjukkan penguasaan terhadap ajaran agama Hindu, tetapi juga dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami serta relevan dengan kehidupan generasi muda.

Yuda juga menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Prestasi ini dinilai tidak terlepas dari kerja keras siswa, pendampingan guru, serta dukungan orang tua dan seluruh warga sekolah.

Menurutnya, Lomba Dharma Wacana menjadi salah satu ruang penting bagi peserta didik untuk membangun kepercayaan diri sekaligus belajar menyampaikan nilai-nilai agama Hindu secara kreatif di tengah perkembangan zaman.

“Prestasi ini bukan hanya tentang memenangkan perlombaan, tetapi bagaimana anak-anak memiliki keberanian untuk menyampaikan nilai-nilai Dharma kepada masyarakat. Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi,” ujarnya.

Baca juga: "Fun games" di KBRI Paris obati rindu semarak HUT RI

Keberhasilan siswa tersebut juga memperlihatkan bahwa sekolah berbasis pendidikan Hindu memiliki potensi besar dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kemampuan komunikasi, dan pemahaman keagamaan yang kuat.

Pembinaan terhadap peserta didik dilakukan melalui proses yang berkelanjutan. Siswa diberikan kesempatan untuk berlatih menyusun materi, memahami substansi ajaran yang disampaikan, mengembangkan teknik vokal, ekspresi, penguasaan panggung, hingga kemampuan menghubungkan pesan Dharma dengan persoalan kehidupan sehari-hari.

Baca juga: 278 peserta ikuti lomba pacuan kuda Bupati Cup di Sumbawa

Capaian di tingkat Provinsi Bali tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat untuk terus mengembangkan berbagai potensi peserta didik.

Dengan keberhasilan meraih juara pada Lomba Dharma Wacana tingkat Provinsi Bali, siswa diharapkan semakin percaya diri untuk menjadi generasi muda Hindu yang mampu berbicara, berpikir kritis, serta menyampaikan nilai-nilai Dharma secara positif dan relevan dalam kehidupan masyarakat.

Pewarta : Rolandus Nampu/IMBA Purnomo
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026