Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:22 WIB
Jakarta, VIVA – Pemerintah Jepang resmi mengakhiri misi bantuan penanggulangan bencana internasional untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Mereka resmi mengakhir misi bantuan pemadaman karhutla pada akhir September 2026 lalu.
Baca Juga
Berakhirnya misi bantuan Jepang untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak pihak mempertanyakan alasan pemerintah Jepang menghentikan misi tersebut, mengingat kebakaran masih belum sepenuhnya terkendali.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pertanyaan tersebut terjawab melalui keterangan resmi Kementerian Pertahanan Jepang. Misi bantuan itu dihentikan setelah pemerintah Indonesia menyatakan bahwa upaya pemadaman oleh Pasukan Bela Diri Jepang telah membantu mencegah meluasnya kebakaran hutan. Pemerintah Indonesia juga menyampaikan bahwa penanganan selanjutnya dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri.
Baca Juga
Atas dasar itu, Kementerian Pertahanan Jepang mengeluarkan perintah untuk mengakhir bantuan bencana internasional di Jepang tertanggal 28 September 2026.
"Menyikapi hal tersebut, Kementerian Pertahanan Jepang hari ini mengeluarkan perintah untuk mengakhiri misi bantuan bencana internasional di Indonesia. Setelah menyelesaikan operasi pemadaman yang telah dijadwalkan hari ini (28/9/2026), personel Jepang akan mengakhiri tugas mereka di Indonesia dan kembali ke Jepang setelah seluruh persiapan selesai dilakukan," bunyi keterangan Kemenhan Jepang dikutip dari laman resminya mod.go.jp, Selasa (13/10/2026).
Baca Juga
Selain itu, Kemenhan Jepang juga mengungkap bahwa pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan dalam menangani karhutla di Indonesia.
Dalam keterangan resmi pihak Kemenhan tertanggal 28 September lalu, keputusan untuk mengirimkan bantuan pemadaman karhutla di Indonesia bermula pada tanggal 28 Agustus 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Saat itu, Menteri Luar Negeri Jepang berkonsultasi dengan Menteri Pertahanan mengenai pelaksanaan misi bantuan bencana internasional. Setelah konsultasi tersebut, Menteri Pertahanan memerintahkan Komandan Komando Operasi Gabungan Pasukan Bela Diri Jepang untuk melaksanakan misi bantuan bencana internasional di Indonesia.
Menindaklanjuti perintah tersebut, helikopter angkut CH-47 milik Pasukan Bela Diri Darat Jepang telah menjalankan operasi pemadaman kebakaran di Pulau Kalimantan sejak 16 September.
Prabowo Minta Masukan Profesor hingga Ahli Buat Padamkan Karhutla
Presiden RI Prabowo Subianto mengaku telah meminta masukan dari para profesor hingga ahli untuk mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
VIVA.co.id
13 Oktober 2026