REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Industri knalpot merupakan salah satu produk unggulan Kabupaten Purbalingga yang dinilai berpotensi berkembang. Untuk memperkuat daya saing tersebut, Universitas AKPRIND Indonesia bersama Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) melaksanakan Program Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) 2026 melalui penguatan teknologi pelapisan dan pewarnaan logam yang ramah lingkungan.
Program bertema “Penguatan Daya Saing Industri Knalpot melalui Inovasi Teknologi Pelapisan dan Pewarnaan Logam Ramah Lingkungan Berbasis Green Manufacturing sebagai Produk Unggulan Daerah Purbalingga” ini merupakan bagian dari Program Hibah PM-UPUD Universitas AKPRIND Indonesia. Program tersebut memperoleh pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026.
Tim pelaksana terdiri atas Prof Dr Anak Agung Putu Susastriawan, S.T., M.Tech., Dr. Dra. Suparni Setyowati Rahayu, M.Si., Sigit Priyambodo, S.T., M.T., dan Gaguk Marausna, S.T., M.Eng. dari STTKD Yogyakarta. Program ini melibatkan Dinas Perindustrian Purbalingga, Poll Ice Knalpot Purbalingga, dan Tanaga Racing sebagai mitra.
Ketua tim, Prof Dr Anak Agung Putu Susastriawan, mengatakan teknologi menjadi kunci peningkatan daya saing industri knalpot. “Purbalingga memiliki potensi industri knalpot yang sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut didukung teknologi sehingga kualitas meningkat, proses produksi lebih efisien, dan produk mampu bersaing di pasar,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Republika pada Rabu (19/8/2026).
Pengembangan teknologi tidak hanya berorientasi pada kualitas produk, tetapi juga memperhatikan lingkungan melalui konsep green manufacturing. Teknologi pelapisan dan pewarnaan diharapkan menghasilkan produk konsisten dan bernilai tambah dengan memperhatikan pengelolaan limbah serta keselamatan kerja.
Anggota tim, Sigit Priyambodo, mengatakan pelapisan dan pewarnaan logam bukan sekadar persoalan tampilan. Proses tersebut berpengaruh terhadap ketahanan, daya tarik, dan nilai jual knalpot. Tanaga Racing, misalnya, telah mengembangkan knalpot dengan bagian akhir saluran gas buang yang memperoleh pelapisan dan pewarnaan melalui proses anodizing.