REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Lebih dari 1.500 alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama keluarga berkumpul dalam Temu Kangen Kagama 2026 di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Ahad (30/8/2026). Pertemuan yang mengusung tema “Semarak Sekatenan bersama Kagama” tersebut mempertemukan alumni lintas generasi, dari angkatan 1968 hingga 2022.

Ketua Panitia Temu Kangen Kagama 2026 Yundriati Erdani menjelaskan, tema Sekatenan dipilih karena tradisi tersebut menempatkan semua kalangan pada posisi yang setara. Hal itu tercermin dari peserta yang hadir, mulai dari pejabat negara dan pengusaha hingga alumni yang baru bekerja satu sampai dua tahun.

“Lewat keramaian Sekaten, keraton membuka diri dan mendekat kepada rakyatnya. Semangat itu yang kami pakai untuk mendekatkan alumni lintas angkatan, supaya tidak ada sekat antara yang sudah senior, sudah sukses, menjadi pejabat dengan alumni yang baru lulus,” kata Yundriati dalam siaran pers, Kamis (3/9/2026).

Ketua Pengurus Daerah Kagama DKI Jakarta Anton Mart Irianto mengatakan, penyelenggaraan tahun ini menjadi penanda kesinambungan setelah Temu Kangen sempat absen pada tahun lalu. Menurutnya, tradisi berkumpulnya alumni UGM di Jakarta perlu terus dijaga.

“Sampai rapat terakhir tanggal 27 Agustus kami masih was-was karena situasi kondisi. Tapi, teman-teman panitia justru makin bersemangat, dan hari ini semangat tersebut ternyata terbukti. Ketika saya melihat antusiasme kedatangan ribuan alumni, saya semakin yakin bahwa semangat dan  ikatan sebagai keluarga besar Gadjah Mada memang tidak pernah pudar,” ujar Anton.

Anton melanjutkan, kesinambungan tersebut hanya mungkin dicapai melalui kolaborasi. Kagama DKI Jakarta menggandeng PP Kagama, Kagama daerah, dan berbagai komunitas Kagama lainnya, serta melibatkan 34 sponsor pendukung acara.

“Temu Kangen ini bukan kerja Kagama DKI Jakarta sendirian, dan justru itu yang membuat acaranya terasa milik semua alumni,” jelas Anton.

Ketua Harian Pengurus Pusat Kagama, Budi Karya Sumadi, yang hadir dalam acara tersebut, menilai pertemuan alumni perlu berlanjut menjadi manfaat bagi masyarakat. Ia menempatkan Temu Kangen sebagai perwujudan semboyan organisasi.

“Guyub rukun migunani itu payung kita, dan acara seperti ini adalah wujudnya. Kita harus guyub, kita harus rukun, dan yang terpenting kita sebagai alumni Universitas Gadjah Mada harus berguna, untuk keluarga, untuk negara, dan untuk masyarakat luas,” ujar Budi Karya.

Yundriati mengatakan Temu Kangen juga menjadi salah satu ruang regenerasi organisasi. Menurutnya, sejumlah alumni mengenal kegiatan Kagama DKI Jakarta melalui acara tersebut sebelum kemudian terlibat dalam komunitas-komunitas Kagama.

“Temu Kangen akan terus kami jalankan, karena dari sini adalah rumah kami berkumpul dan di sini juga regenerasi berjalan,” papar Yundriati.

Selain Budi Karya, sejumlah tokoh alumni UGM turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Anies Baswedan, Roy Suryo, dan Andi Arief. Hadir pula Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Kagama Paripurna P. Sugarda serta Wakil Rektor UGM Arie Sujito.

Kagama DKI Jakarta menyatakan Temu Kangen akan terus menjadi ruang pertemuan alumni UGM di Ibu Kota, sekaligus menjadi ruang bagi alumni untuk berkontribusi kepada masyarakat dengan semangat Guyub, Rukun, Migunani.