Warta Ekonomi, Jakarta -
Pengamat Asuransi Wahyudin Rahman memperkirakan proses streamlining perusahaan asuransi dan penjaminan BUMN yang ditargetkan Danantara rampung pada akhir 2026 akan mundur maksimal hingga kuartal II 2027.
Menurut Wahyudin, konsolidasi untuk segmen asuransi umum konvensional masih membutuhkan sejumlah tahapan sehingga belum memungkinkan diselesaikan sesuai target awal. Sementara itu, target akhir 2026 dinilai masih dapat tercapai untuk proses pengalihan portofolio unit usaha syariah.
“Dapat tercapai khususnya pengalihan portofolio Unit Syariah Asuransi Tugu dan Unit Syariah BRI Insurance ke Jasindo Syariah. Untuk konvensional, akan mundur maksimal Q2 2027, karena ada beberapa tahap dan kondisi terkini,” ujar Wahyudin kepada Warta Ekonomi, Rabu (7/10/2026).
Wahyudin mengatakan proses konsolidasi tidak hanya mencakup penggabungan entitas, tetapi juga membutuhkan tahapan lanjutan sebelum struktur baru dapat dijalankan. Kondisi tersebut membuat penyelesaian konsolidasi segmen konvensional membutuhkan waktu lebih panjang dibandingkan segmen syariah.
Untuk segmen asuransi umum konvensional, Wahyudin memperkirakan struktur konsolidasi masih melibatkan Jasindo, BRI Insurance, dan Tugu. Namun, Tugu diperkirakan masuk pada tahap kedua karena statusnya sebagai perusahaan publik.
“Adapun, konvensional antara Jasindo, BRI Insurance dan Tugu. Namun, Tugu kemungkinan masuk tahap kedua karena salah satu alasannya perusahaan publik,” ujarnya.
Sementara itu, pada segmen asuransi umum syariah, Jasindo Syariah disebut menjadi entitas yang bertahan sekaligus tujuan pengalihan portofolio unit usaha syariah. Adapun konsolidasi untuk segmen asuransi jiwa syariah diperkirakan belum dilakukan pada tahun ini.
Selain struktur perusahaan, proses konsolidasi juga berpotensi berdampak terhadap sumber daya manusia (SDM). Wahyudin mengatakan Danantara memiliki komitmen tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan.
Namun, ia menilai restrukturisasi tetap dapat membawa konsekuensi bagi karyawan berdasarkan pengalaman merger di industri.
“Komitmen Danantara, tidak ada PHK untuk karyawan. Tetapi saya tidak yakin, belajar pengalaman dalam setiap merger ada konsekuensinya diantaranya, nantinya ada penawaran pensiun dini atau bentuk lain,” kata Wahyudin.
Baca Juga: Ditargetkan Rampung Tahun Ini, OJK Ungkap Merger Asuransi BUMN Belum Ada Perkembangan
Baca Juga: IFG Bongkar Progres Konsolidasi BUMN Asuransi, Klaster Syariah Mulai Dieksekusi
Baca Juga: Asuransi Syariah Spin Off, OJK Ungkap Ada 41 Perusahaan hingga Akhir 2026
Sebelumnya, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria mengatakan merger perusahaan asuransi BUMN harus terealisasi pada akhir 2026.
“Untuk merger asuransi juga sudah terjadi. Akhir tahun ini sudah harus terjadi,” ujarnya saat di Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Dengan demikian, target penyelesaian merger pada akhir 2026 masih menjadi target Danantara, sementara pengamat memperkirakan konsolidasi segmen asuransi umum konvensional membutuhkan waktu hingga maksimal kuartal II 2027.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri