Tambak udang vaname Sukamara hasilkan miliaran rupiah, pacu perekonomian Kalimantan Tengah
Senin, 5 Oktober 2026 20:43 WIB
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama Bupati Sukamara Masduki dan lainnya saat menunjukkan udang dari budi daya di kawasan tambak udang vaname di Sukamara, Senin (5/10/2026). (ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)
Sukamara (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memacu pengembangan kawasan tambak udang vaname di wilayah pesisir Kabupaten Sukamara yang telah mampu menghasilkan pendapatan hingga miliaran rupiah per tahunnya.
"Ini menjadi salah satu upaya kita dalam memacu pendapatan dengan mengoptimalkan masing-masing potensi yang dimiliki daerah," tegas Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di Sukamara, Senin.
Pengelolaan dan pengembangan kawasan tambak udang vaname ini dilakukan oleh UPT BLUD Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut (PBAPL), Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kalteng Sri Widanarni menambahkan, pengembangan kawasan tambak udang ini telah berjalan beberapa tahun dan kini sudah menunjukkan hasil produktivitas yang menggembirakan.
"Karena dari hasil budi daya ini sudah bisa berkontribusi untuk peningkatan pendapatan daerah," terangnya.
Baca juga: Temui warga di Tenda Aspirasi 79, Gubernur Kalteng tegaskan perjuangkan hak masyarakat
Berdasarkan laporan dari BLUD, diproyeksikan pendapatan dari pengembangan budi daya kawasan tambak udang vaname di Sukamara mencapai hingga Rp32 miliar.
Kepala UPT BLUD PBAPL Wahyu Martha Lukyanto mengatakan hingga periode terakhir produksi budi daya yang dikelola pihaknya telah mencapai lebih dari 300 ton.
“Untuk saat ini produksi sudah di atas 300 ton. Kalau sampai akhir tahun, estimasi kami bisa melebihi 400 ton,” terang Wahyu.
Dia menjelaskan, saat ini terdapat sebanyak 72 kolam budi daya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 54 kolam telah ditebar dan sisanya ditargetkan seluruhnya selesai ditebar dalam waktu dekat.
Kapasitas produksi ideal dari sarana yang tersedia saat ini berada di kisaran 400 hingga 500 ton per tahun. Menurut Wahyu, produksi setiap kolam berkisar 3,5 hingga 4 ton, bergantung pada kondisi dan kapasitas masing-masing kolam.
Adapun masa pemeliharaan budi daya berlangsung sekitar 120 hingga 140 hari. Namun, jika dihitung secara keseluruhan mulai dari persiapan kolam, pengeringan hingga proses panen, satu siklus membutuhkan waktu lebih dari lima bulan.
“Makanya untuk siklusnya sekitar dua kali dalam satu tahun,” jelasnya.
Baca juga: Tak ingin ada warga terlewat, Gubernur perintahkan tim verifikasi ulang penerima bantuan saat di Bangkal
Baca juga: Gubernur Kalteng fokus dorong kemandirian ekonomi masyarakat
Baca juga: Gubernur serahkan berbagai bantuan untuk warga Cempaga hingga Kota Besi
Pewarta : Donefrid Lalang
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.