Dompu -
Taman Nasional Tambora membara gara-gara karhutla (kebakaran hutan dan lahan). Lahan seluas 14 ribu hektare hangus terbakar.
Lahan gambut seluas 14 ribu hektare di kawasan Taman Nasional Tambora (TNT) di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) hangus terbakar sepanjang tahun 2026.
Pengelola kawasan konservasi tersebut benar-benar tidak mengetahui siapa dalang dibalik kebakaran hebat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk areal yang terbakar sampai dengan saat ini sekitar 14 ribu hektar lebih dengan titik kejadian 125 kali," kata Kepala Balai TN Tambora Abdul Azis Bakry, Senin (21/9/2026).
Petugas taman nasional menduga kebakaran disebabkan oleh adanya aktivitas ilegal yang dilakukan oleh pemburu rusa timor, pencari madu, pemandu wisata.
Bahkan ada pula dugaan peristiwa kebakaran itu disebabkan oleh aksi pembakaran lahan pertanian oleh para petani di sekitar kawasan taman nasional.
Namun, dugaan itu tak pernah benar-benar bisa dibuktikan oleh petugas Balai meskipun dalam upaya pemadaman mereka bekerja sama dengan petugas polisi, TNI, dan warga sekitar kawasan.
Abdul Azis mengungkapkan pada saat terjadinya kebakaran petugas tidak menemukan adanya aktivitas manusia sehingga tidak bisa memperkuat dugaan mereka tentang penyebab pasti kebakaran.
Upaya pembuktian yang dilakukan melalui patroli gabungan pencegahan kebakaran di sejumlah titik seperti di wilayah SPTN Wilayah I Kore dan SPTN Wilayah II Pekat sampai saat ini belum menemui hasil.
Tidak ditemukan adanya pelaku pembakaran, baik hasil dari patroli maupun hasil penyelidikan oleh petugas taman nasional.
"TN Tambora open akses, pada saat terjadi kebakaran tidak ditemukan adanya aktivitas manusia di sekitar lokasi sehingga tidak dapat memastikan pelaku yang melakukan pembakaran," tuturnya.
Berdasarkan ground check lapangan, kebakaran di TN Tambora terjadi di padang Savana yang dididominasi oleh semak belukar dan ilalang yang kering akibat musim kemarau.
"Kekayaan yang alam yang hilang berupa vegetasi savana dan semak belukar, sedangkan jenis yang lain dan satwa tidak ditemukan," tutup dia.
---------
Artikel ini telah naik di detikBali.
(wsw/wsw)